Bupati Klaten Sri Hartini Kelilingi Dukuh Pandanan. Kerbau Kyai Slamet Keraton Solo Ikut Kirab

Bupati Sri Hartini saat lakukan tradisi udik - udik di kiraba budaya Pandanan
Klaten Mattanews.ComBupati Klaten Hj Sri Hartini beserta wakil Bupati Hj Sri Mulyani Minggu pagi ( 9/10) mengikuti kirab budaya Suronan mengelilingi dukuh Pandanan, Desa Soropaten Kecamatan Karanganom Klaten Jawa Tengah. Acara yang berlangsung setiap tanggal kedelapan bulan Suro ini juga diikuti Kyai Slamet dari Keraton Solo Hadiningrat. 5 Ekor kerbau bule tersebut tampak mengikuti prosesi kirab dengan pengiring para abdi dalem dan prajurit keraton. Malamnya acara dilanjutkan dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan lakon Brotoyudho Joyo Binangun.

Dalam pagelaran prosesi adat budaya Suro yang dibuka secara resmi oleh Bupati Klaten Hj Sri Hartini mendapat sambutan yang luar biasa dari warga sekitar. Diawali dengan tampilnya kerbau Kyai Slamet dari keraton Surakarta, berbabagi kegiatan seni budaya yang ditampilkan warga serta siswa mengelilingi dukuh Pandanan. Bupati Klaten Sri Hartini dan wakilnya Sri Mulyani dengan mengendarai kereta kuda (andong) ikut arak - arakan mengelilingi kampung. Ribuan warga tampak antusias melihat kirab budaya tersebut.

Pagelaran kirab budaya di dukuh Pandanan Soropaten sudah ada sejak jaman dulu sebelum kemerdekaan. Adalah tokoh yang bernama Kyai Karsorejo yang masih memiliki darah biru dari keraton Solo sebagai cikal bakal dari budaya tersebut. Saat itu tradisi dilakukan sebagai rasa syukur pada Tuhan Yang Maha Esa, walau sempat berhenti  saat terjadi perang kemerdekaan melawan penjajah.
Kerbau Kyai Slamet dari keraton Solo Hadiningrat ikut kirab
Kyai Karsorejo semasa hidupnya dikenal sebagai pejuang kemerdekaan yang tangguh. Beliau sempat melakukan pertemuan dengan presiden pertama RI yakni ir Soekarno di dukuh Pandanan. Tempat pertemuan tersebut kini didirikan tugu peringatan yang letaknya persis di belakang pendopo Pandanan yang tak jauh dari makam beliau.

Sementara itu Bupati Klaten dalam kesempatan tersebut meminta agar potensi budaya leluhur yang memiliki nilai historis tinggi tetap dijaga dan diuri-uri kelestariannya. Kirab budaya pandanan menurut Bupati memiliki nilai lebih yang layak dikembangkan dan merupakan salah satu aset yang bisa dikemas sebagai potensi wisata religi.

“Sebagai orang Jawa sudah saatnya kita menjaga, melestarikan dan menggali potensi seni buadaya Jawa agar tidak punah tergerus budaya asing. Dan kirab budaya di Pandanan ini salah satu contoh asset budaya leluhur yang wajib kita lestarikan dan kembangkan karena memiliki potensi sebagai wisata religi di Klaten, apalagi setiap malam Jum’at Pon selalu diadakan pertunjukan wayang kulit dengan istilah ngalap berkah”, ujar Bupati. (neo ramadhan)

Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...