Bambang Mbalak: Klaten Harus Istimewa Dan Berciri Khas Budaya.

Bambang Mbalak saat dampingi Bupati Klaten Hj Sri Hartini.
Klaten Mattanews.ComOrang lebih suka memanggilnya Bambang Mbalak ketimbang naman aslinya. Padahal jabatan yang disanadangnya saat ini cukup tidak maian-main yakni Kepala Bapeda kabupaten Klaten. Orang yang paling bertanggung jawab atas “abang ijone” pembangunan Klaten. Itulah sosok Bambang Sigit Sunugroho pejabat yang dikenal ajur ajer, sederhana, ramah dengan kecakapan yang mumpuni tapi selalu rendah hati.

“Klaten kedepan harus istimewa dan memiliki ciri khas budaya yang beda dengan daerah lain. Dan itu adalah tantangan kita semua sebagai warga Klaten. Klaten maju mandiri dan berdaya saing harus kita aplikasikan dengan kerja dan karya nyata yang bisa membanggakan kita semua agar Klaten tiak tertinggal dengan daerah lain”, demikian tegas Bambang Mbalak saat wawancara dengan Mattanews, dikediamannya di komplek perumahan Gergunung Klaten Utara.
Bambang Mbalak saat tampil sebagai waroke Klaten
Menjadikan Klaten kota yang maju dan berbudaya lokal adalah obsesi mantan kepala DPPKAD Klaten ini. Menggali potensi kesenian lokal seperti wayang, ketoprak, serta tari jathilan adalah bagian dari kepeduliannya, selain mengiptimalkan Klaten sebagai kota lurik dan batik. Sementara disektor wisata dirinya juga memiliki obsesi membuat embung dibeberapa titik yang bertujuan menampung air hujan sekaligus mampu menjadi tempat wisata keluarga.

“Kita memiliki beberapa obsesi dan rencana, namun semua harus didukung kekompakan antar SKPD dan tentunya dukungan Bupati. Saya yakin demi kemajuan Klaten dan peningkatan kesejahteraan warga Klaten, Bupati dan rakyat akan mendukung pogram yang berguna dan bermanfaat”, tegasnya.

Pengembangan taman kota (taman lampion) yang ada ditengah kota adalah salah satu upaya pemerataan konsentrasi hiburan dikota yang kini tengah dirancang. Kantor Bapermas dan sebuah bangunan sekolah tampaknya akan digusur, sehingga taman yang ada di jantung kota ini bisa tampak dari luar. Sementara lokasi pengganti kantor Baparemas dan SD sudah disiapkan tidak jauh dari lokasi semula.

Selain itu, pengembangan tamanisasi di setiap kecamatan tetap dilanjutkan agar di setiap kecamatan ada wahana publik bagi warga sekitar. Sedang untuk kerajinan, dirinya berobsesi meng optimalkan kerajinan lokal yang bertaraf internasional seperti Lurik, batik, payung serta kerajinan kulit dan tanduk di Polanharjo. “ Saya akan buat festifal payung guna mengangkat kembali pamor payung Tradisional Juwiring yang sudah melegenda agar tidak punah dan mampu bangkit lagi”, ujarnya.

Apa yang akan dilakukan sosok mantan Asisten I Sekda Klaten dan juga Dirut Bank Klaten ini, memang tak perlu diragukan. Beberapa hasil karya pemikiran beliau sudah bisa kita rasakan saat ini. Misalnya terciptanya taman kota di alun-alun Klaten, hutan kota, taman lampion, beberapa taman kota di kecamatan, terminal bus Ir Soekarno, berdirinya RSUD Bagas Waras, Masjid Agung Al’Aqzha dan masih banyak lagi. Walau tidak semua rencananya berjalan mulus, misalnya saat dirinya akan merubuhkan bekas bioskop RITA Klaten yang banyak ditantang warga dan teman kerjanya sendiri.
Bambang Mbalak saat pose ala  Raden Sutowijo Pajang.
Kini dalam upaya mendukung program Bupati Sri Hartini dalam upaya menuju Klaten yang maju mandiri dan berdaya saing, beberapa program konsep untuk Klaten kedepan telah dipersiapkan si anak Mbalak cawas ini. Misalnya pembuatan taman dan tempat hiburan keluarga disamping terminal Bus Ir. Soekarno, pembuatan sport centre di Klaten Utara, pembenahan wajah kota, pembuatan embung sekaligus sarana wisata keluarga, revitalisasi Rowo Jombor dan masih banyak lagi.

Dan sebagai warga yang baik, tentunya kita wajib mendukung program tersebut sebatas memiliki guna dan manfaat yang besar bagi kemakmuran dan peningkatan kesejahteraan rakyat Klaten. Dan kita semua yakin ketika program tersebut terwujud maka perekonomian Klaten akan bergerak cepat dan bergairah. Dan itu beriringan dengan perbaikan peningkatan pendapatan ekonomi rakyat disekitarnya. Selamat bertugas pak Bambang Mbalak. (neo onette)

Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...