Awas Penipuan PNS Kembali Kambuh Di Klaten. Rp 58 Juta Plus Laptop Untuk Dua SK Palsu.

Korban penipuan PNS yang dilakukan oleh orang yang mengaku bernama Windarto
Klaten Mattanews.ComAksi penipuan penerimaan CPNS kembali marak di Klaten. Issu penambahan kuota pegawai negeri sipil tahun 2017 membuat para pelaku penipuan bergerilya mencari mangsa. Sementara warga yang “buta huruf” kurang pengalaman namun kebelet jadi PNS tak lagi berpikir nalar saat ada orang menjanjikan bisa mengusahakan menjadi PNS.

Dua warga Desa Cakaran kecamatan Bayat, Klaten telah menjadi korban penipuan oknum pelaku yang mengaku sebagai PNS di pusat. Korban masing mengalami kerugian sebesar Rp 58 juta, sementara SK yang didapat ternyata SK pengangkatan PNS palsu.

Berawal dari pertemuannya disuatu tempat dengan pelaku dua korban ini masing masing Sagimin dan sugiman tergiur dengan penawaran yang dilakukan pelaku. Mereka semaakin yaakin karena pelaku mengenakan uniform pakaian PNS dan beberapa kali bertemu dihalaman kantor Pemda Klaten.

Merasa yakin orang yang baru dikenalanya sosok dewa penolong yang bisa mengusahakan anaknya jadi PNS maka dua korban langsung menyerahkan sejumlah uang yang diminta. Sagimin akhirnya menyetor uang sebesar 21 Juta untuk SK anaknya yang akan di tempatkan di dinas pendidikan sebagai TU. Sementara Sugimin sebesar Rp 37 juta plus sebuah laptop.
SK yang diterima oleh korban dan ternyata palsu
Guna menyakinkan korban, pelaku yang mengaku bernama Windarto dengan alamat Kadipiro, Banjarsari, Sukoharjo sesuai yang tertera di KTP, meminta agar transaksi penyerahan uang pengambilan SK dilakukan di halaman Pemda Klaten. Ahirnya tanpa pikir panjang dua korban menyerahkan uang dimaksud kepada pelaku dihalaman Pemda Klaten, tepatnya dihalaman kantor Dukcapil.

Korban mulai curiga dengan pelaku karena sejak menerima SK tanggal tanggal 26 september 2016 anak mereka tak juga dipanggil untuk bekerja. Akhirnya keduanya mendatangi kantot Dinas Pendidikan untuk mengetahui nasib anaknya. Namun dirinya mendadak lemes ketika salah satu staf Dinas Pendidikan mengatakan tidak ada penerimaan dan SK yang dibawanya adalah palsu. “Saya baru sadar jadi korban penipuan setelah mendapat penjelasan dari pejabat dinas pendidikan mas”, ujarnya.

Merasa penasaran dengan SK yang ada ditanganya keduanya langsung menuju kantor Pemda Klaten. Ditemani salah seorang pegiat sosial mereka menghadap Kabid Mutasi Badan Kepegawaian Daerah Slamet. Disinipun mereka mendapat keterangan yang sama. Bahakan Slamet berani memastikan SK palsu karena Kop surat dan formatnya sudah salah.

“Saya berani mengatakan  SK tersebut palsu karena mulai dari kop surat format serta tanda tangannya semua tidak lazim untuk sebuah surat SK. Dan  baru kalai ini saya melihat model SK pengangkatan PNS seperti ini”, ujarnya.

Dua korban warga Cakaran ini akhirnya hanya bisa menangis meratapi nasib dana uanagnya atak kembali. Sementara pelaku yang mengaku PNS tersebut hingga kini hilang ditelan  bumi. Sementara setelah melihat wajah pelaku di KTP, Kabid Mutasi Slamet bisa memastikan pelaku bukan PNS di jajaran Pemda Klaten. (hil/red)
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...