Air Bah Sungai Pereng Hanyutkan Pagar SMP Negeri II Prambanan. Kerugian Sekitar 110 Juta Rupiah.

Siswa dan guru giliran melakukan kerja bhakti mengambil puing pagar
Klaten Mattanews.ComHujan deras yang mengguyur Klaten beberapa hari akhirnya memakan korban. Tembok SMP Negeri II Pereng Prambanan Klaten, Jawa Tengah setinggi 2,5 meter dan panjang 25 roboh diterjang derasnya arus sungai pereng yang banjir. Akibatnya kejadian yang sudah berlangsung 3 kali tersebut kerugian ditaksir hingga puluhan juta rupiah.

Kepala sekolah SMP Negeri II Pereng Prambanan Klaten Andreas Kristanto menjelaskan musibah ambruknya tembok sekolah terjadi Sabtu lalu setelah Klaten diguyur hujan sehari penuh. Luapan sungai Pereng yang deras akhirnya menghantam tembok pagar yang letaknya persis ditebing sungai. Deras air yang menggonggos tanah bawah pondasi akhirnya membuat tembuk runtuh.” Ini kali ketiga tembok sekolah roboh diterjang banjir air sungai. Banjir kali ini akhirnya meratakan seluruh tembok sekolah sepanjang 100 meter”, ujarnya saat ditemui wartawan diruang kerjanya Rabu (12/10).   

Menurut Andreas musibah robohnya tembok di SMP Negeri II sudah terjadi 3 kali. Pertama menghantam tembok pagar bagian barat sepanjang 30 meter disusul kejadiaan kedua. Sehingga tembok sepanjang 100 meter tinggal tersisa 25 meter. Dan setelah musibah Sabtu kemarin praktis tembok sekolah sepanjang 100 sudah rata dengan tanah diterjang banjir.
Sekolah SMP Negeri II Pereng Prambanan letaknya persis ditepi sungai.
Akibat musibah tersebut sangat mengganggu proses belajar mengajar disekolah ini. Para guru tidak tenang dan harus extra hati-hati karena tidak ada lagi tembok pengaman dengan sungai yang hanya berjarak 2 meter dari gedung sekolah. Para pengajar sangat khawatir karena selain arus air deras letaknya persis dibelakang sekolah.” Kami para guru harus extra hati hati dalam mengawasi anak-anak, apalagi jika air sungai banjir”, ujar kepala sekolah.

Kejadian ini sudah dilaporkan pada pihak Pemda, BPBD, Dinas pendidikan serta komite sekolah. Diharapkan bantuan pembangunan pagar dapat segera dilakukan agar siswa bisa tenang dalam belajar dan para guru tidak was  was dalam mengawasi anak didiknya. Selain itu disekolah ini juga rawan pencuri dan sejak tembok runtuh sudah 3 kali kejadian aksi pencurian. (tev)
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...