90 Anak Di Klaten Berhadapan Dengan Hukum. Bupati Sri Hartini: Hindari Rumah Tahanan.

Bupati Klaten Hj Sri Hartini SE
Klaten Mattanews.Com
- Penangkapan, penahanan dan penghukuman atau pemenjaraan adalaah langkah langkah terakhir yang kita tempuh dalam penangnan anak yang berhadapan dengan hukum. Dalam rumah tahanan anak justru akan mendapat banyak tentang kriminalitas. Maka diperlukan langkah yang lebih persuasif dan bijak dalam menangani masalah anak”, Demikian ditegaskan Bupati Klaten Hj Sri Hartini dalam sambutannya yang dibacakan Sekda Joko Sawaldi saat membuka acara sosialisasi pendampingan anak dalam menghadapi hukum di Pendopo Pemda Klaten.

Menurut Bupati rumah tahanan bukan satu satunya cara yang dapat menghentikan kenakalan anak. Justru didalam rumah tahanan anak bisa mendapatkan banyak ilmu tentang kriminalitas, karena disana dia akan hidup bersama dengan penghuni dengan latar belakang perilaku kriminal yang berbeda. Maka sesingkat apapun, usahakan anak janagan sampai masuk rumah tahanan.

Untuk itu Bupati berharap dalam memberilkan perlindungan pada ABH maupun dalam penyelesian kasus anak tanpa harus melalui pengadilan formal. RESTORATIF JUSTISE menjadi pilihan yang harus diutamakan untuk melindungi anak dengan melakukan mediasi melalui komunitas secara kekeluargaan.

Sementara itu Kepala Dinsosnakertrans Surti Hartini menjelaskan menjelaskan dalam acara sosialisasi penanganan anak berhadapan dengan hukum (ABH) diikuti oleh 270 peserta yang berdasarkan dari berbagai lemen dan unsur masyarakat. Dikatakan pula hingga Oktober 2016 terdapat 90 anak berhadapan dengan hukum yang mengajukan pendampingan kepada pekerja sosial. Hal ini menunjukkan persoalan anak semakin kompleks.(han)


Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...