Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Di Klaten Meningkat. Peran Masyarakat Diperlukan.

Plh Sekda Klaten Bambang Mbalak Sigit Sinugroho buka Warkshop perlindugan anak
Klaten Mattanews.Com  Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di kabupaten Klaten mengalami kecenderungan meingkat jika dibanding tahun lalu. Hingga Agustus tahun ini sedikitnya sudah ada 58 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Meningkatkanya kenakalan remaja karena dipengaruhi beberapa hal seperti penyalahgunaan teknologi kumunikasi seperti HP atau internet, pendidikan budi pekerti yang sudah mulai hilang dari pelajaran utama disekolah, kurangnya pendidikan agama, lingkungan bermain yang kurang sehat serta kurangya kasih sayang dan perhatian orang tua pada anak.

 “Sampai Bulan Agustus ini setidaknya sudah terjadi sebanyak 58 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Klaten, berkaca pada meningkatnya kasus tersebut maka kegiatan ini kita, perlu melakukan berbagai kegiatan nyata yang bisa  membentengi perilaku dan mental anak dari berbagai bentuk kenakalan yang sudah begitu komplek. Dan salah satunya ialah penyelenggaraan worskop perlindungan perempuan dan anak korban kekerasan”, demikian dijelaskan Kasi Pemberdayaan dan Perlindungan Anak Kantor PPKB Klaten, Hari Suroso.

Selain untuk meningkatkan pemahaman akan pentingnya upaya perlindungan terhadap perempuan dan anak, Workshop yang mengambil tema “Membangun Kepedulian Masyarakat Dalam Upaya Memberikan Perlindungan terhadap Perempuan dan Anak di Kabupaten Klaten”,  ini juga bertujuan untuk mengajak masyarakat untuk menjadi Pelopor dan Pelapor (2P). Upaya perlindungan itu sendiri dimulai dari pencegahan, pengurasan resiko sampai proses penanganan terhadap korban kekerasan.

Sementara itu PLH Sekda Klaten, Bambang Mbalak Sigit Sinugroho membacakan sambutan Bupati Klaten mengatakan kekerasan terhadap perempuan dan anak bagaikan fenomena gunung es, dan masih banyak korban kekerasan diluar yang belum terdata. Untuk itu menjadi tanggung jawab pemerintah bersama masyarakat untuk memberikan perlindungan terhadap anak.

“ Korban kekerasan perempuan dan anak di Klaten, dilindungi Kepolisian Resor Klaten serta didampingi lembaga perlindungan perempuan dan anak korban kekerasan, seperti: Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TPA) Mutiara, Pusat Layanan Kesejahteraan Sosial Anak Integratif (PLKSAI), Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Klaten ataupun PPT Kecamatan. Dalam wadah ini mereka akan mendapat bimbingan konseling, pendampingan serta bimbingan sesuai yang dibutuhkan” terang Bambang. (hil/han/red)

Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...