Kantor Dukcapil "Digeruduk" Warga. Sehari Produksi 700 KTP, 83.403 Warga Klaten Belum E-KTP.

Ratusan warga padati kantor Dukcapil Klaten Jawa Tengah
Klaten Mattanews.ComKebijakan pemerintah terkait pemberian batas akhir bagi warga yang sudah berhak memiliki KTP (kartu Tanda Penduduk) hingga akhir September 2016, berdampak pada kegiatan layanan E-KTP di daerah. Salah satunya kantor Dukcapil Klaten Jawa Tengah. Sejak adanya pengumunan pemerintah tersebut, kantor yang ada dikomplek perkantoran Pemda Klaten dibanjiri warga yang ingin mencari E-KTP. Mereka datang berbondong-bondong dan rela antri sejak pagi, karena takut tidak bisa mencari E - KTP.

Pada hari hari biasa kantor Dukcapil Klaten hanya memproduksi 300 keping setiap harinya. Jumlah tersebut kini melonjak seratus persen, dimana dalam setiap hari rata-rata ada sekitar 700 hingga 800 warga yang ingin mencari KTP. Padahal stok keping KTP sangat terbatas dimana Dukcapil Klaten hanya mendapat pasokan 3000 keping KTP dalam seminggu. Akibatanya banyak pencari KTP yang harus rela antre sejak pagi atau menunggu jadinya KTP nya hingga berhari-hari.

Terkait hal tersebut Kepala Dukcapil Klaten Widya Sutrisna menjelaskan sejak adanya ketentuan dari Mendagri terkait E-KTP, jumlah pencari E-KTP naik secara signifikan. Lonjakan yang dratis hingga seratus persen membuat seluruh staf kantor Dukcapil Klaten setiap harinya rata-rata pulang hingga larut malam.” Saya dan beberapa anak buah setiap hari baru meninggalkan kantor sekitar pukul delapan malam. Semua staf memang saya intruksikan agar sigap dan cepat dalam memberi layanan pada masyarakat, sehingga pulang hingga larut malam”, ujarnya.    
Petugas pembuat E-KTP bekerja hingga jam 20.00 malam
Sering terjadinya keterlambatan waktu pada pembutan E-KTP di Dinas Dukcapil Klaten, Widya menjelaskan hal itu disebabkan ada 6 kecamatan di Klaten yang tidak bisa melakukan proses E-KTP. Enam kecamatan tersebut antara alain, Kemalang, Ceper, Bayat, Jatinom Delanggu dan cawas. Sehingga para pencari E-KTP di enam wilayah tersebut berbondong-bondong datang langsung ke kantor Dukcapil. Selain itu keterbatasan keping juga sangat berpengaruh pada jumlah dan kecepatan layanan.

Dalam kesempatan tersebut Kepala Dukcapil Klaten juga menghimbau bagi warga Klaten yang belum melakukan E-KTP untuk tidak panik. Karena adanya batasan waktu pembuatan E-KTP hingga akhir September hanya berlaku bagi mereka yang sudah berhak memiliki KTP. Jika hingga batas akhir yang bersangkutan tidak melakukan maka data kependudukannya akan “dibekukan” sementara hingga yang bersangkutan melakukan rekam data.

Untuk itu pihaknya hingga ssaat ini terus melakukan upaya sosialisasi dengan berbagai cara, baik layanan keliling juga mengoptimalkan peran Kepala, desa dan camat. Hal ini mengingat hingga saat ini data terakhir ada 83.403 penduduk Klaten yang belum melakukan rekam data. (hil)


 
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...