Diikuti 20 SMU, Amigo Peduli Budaya, Kembali Gelar Festival Ketoprak Pelajar Piala Bupati Klaten.

The Big Bos Amigo Group Edy Sulistyanto yang juga bapak Ketoprak Klaten.
Klaten Mattanews.ComAmigo Group kembali menggelar festival ketoprak pelajar yang akan berlangsung mulai tanggal 2 – 4 September 2016. Bertempat di aula SD Kristen II, pagelaran yang akan dibuka secara resmi oleh Bupati Klaten Hj Sri Hartini Jum’at (2/8) menampilkan 20 peserta yang terdiri dari SMU dan SMK di Klaten.

Pemrakasra yang juga penyandang dana Edy Sulistyanto yang juga the Big Bos Amigo group dalam keterangannya menjelaskan untuk penyelenggaraan tahun ini banyak inovasi dan kreasi modern yang ditampilkan mulai dari tata rias, artistik panggung, lampu serta properti lainnya, tanpa merubah esensi nilai luhur tradisi budaya daan alur ceritanya. Sehingga penonton benar – benar akan disuguhi tontonan menarik yang mainkan oleh siswa-siswi SLTA di Klaten.

Terkait lokasi penyelenggaraan yang ada di aula SD Kristen II Klaten, bos Amigo group ini menandaskan hingga saat ini belum ada gedung yang layak dan presentatif di Klaten untuk penyelenggaraan sebuah festival ketoprak. Dipilihnya aula SD Kristen karena di tempat tersebut sudah memiliki tata panggung yang standar dan mumpuni, termasuk dukungan tata lampu dan peralatan canggih lainnya. Sehingga akan melahirkan sebuah karya seni yang bagus dan berkualitas.
Salah satu pagelaran festival ketoprak pelajar Klaten produksi Amigo Group
Festival ketoprak pelajar kali ini adalah hasil karya besar Amigo Peduli Budaya yang ke 7 sejak lahir di tahun 2010. Selain festifal ketoprak pelajar Amigo juga sukses menggelar festival ketoprak pelajar yang sukses menyabet berbagai medali kejuaraan tingkat jawa Tengah dan Nasional. Untuk kali ini akan bertindak sebagai dewan yuri Joko Iswoyo, Haryono dan Sutrisno para pakar ketoprak dari ISI Solo.

Bekerja sama dengan sanggar omah wayang, dewan kesenian Klaten dan pemda Klaten, Festival kali ini diharapkan mampu melahirkan pemain-pemain ketoprak handal sekaligus menanamkan kecintaan tentang budaya leluhur nenek moyang pada generasi penerus agar mereka tetap mencintai dan tak lupa dengan budaya miliknya sendiri.   

“ Saya memiliki cita cita dan obsesi Klaten akan adi kota ketoprak, karena kesenian ini pertama kali dimainkan di alun-alun Klaten pada sekitar tahun 1600 lalu, dimana saat itu alat musiknya masih menggunakan lesung, kentongan, bonang, gong dan alat tradisonal lainnya. Semoga dengan festival ini generasi penerus kita akan semakin lebih mencintai budaya leluhur sendiri termasuk ketoprak dibanding budaya luar”, ujar Edy Amigo (tev)
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...