Demi Tingkatkan Layanan Masyarakat, Bupati Sri Hartini Akan Revitalisasi Kantor Dukcapil.

Bupati Klaten Hj Sri Hartini saat sidak di kantor Dukcapil (selasa 21/9)
Klaten Maattanaes.ComBupati Klaten akan merevitalisasi kantor Dukcapil Klaten, karena kondisi kantor yang ada saat ini sudah tidak memungkinkan. Bekas ruang kerja mantaan Sekda W Soepriyadi di tahun 1990 ini diangap sudah tidak layak lagi, karena sangat sempit dan pengap, sehingga kegiatan layanan pada masyarakat kurang bisa maksimal. Untuk itu dirinya telah memerintahkan kepada Bapeda Klaten Bambang Mbalak Sigit Sinugroho untuk membuat perencanaan terkait hal tersebut.

“Kondisi kantor ini sudah tak layak digunakan untuk aktivitas sebesar dan sesibuk ini. Maka demi meningkatkan layanan yang nyaman, aman dan cepat pada rakyat, saya telah memerintahkan kepala Bapeda untuk menyusun rencana anggaran guna merevitalisasi kantor ini, agar kedepan semua layanan kependudukan bisa dilakukan dengan lebih cepat”, demikian ditegaskan  Bupati Klaten Hj Sri Hartini usai meninjau langsung pembuatan E-KTP di kanctor Dukcapil.

Selain melakukan sidak tentang kesiapan perugas dalama melayani masyarakat, Bupati juga memberi suport kepada seluruh staf jajaran dukcapil yang bekerja hingga larut malam tanpa mengenala lelah demi melayani masyarakat. Selain itu mantan ketua DPC PDI ini juga berkenan berdialog langsung dengan beberapa warga yang tengah melakaukan rekam data E-KTP.
Rela berjam jam antre sambil momong anak demi E-KTP
Sementara itu Kepala Dinas Kependudukan dan catatan Sipil Widya Sutrisna menjelaskan dengan keterbatasan yang ada pihaknya hanya bisa mencetak 500 keping E-KTP dalam sehari. Keterbatasan petugas serta perangkat penunjang, dalam hal ini keping E-KTP, menjadi salah satu penyebab terbatasnya produksi E-KTP di dukcapil Klaten.    

Untuk itu dirinya meminta agara para pencari surat-surat tertib administrasi seperti E-KTP atau akte kelahiran, dimohon bersabar. Banyaknya pemohon datang secera serentak, membuat proses pembuatan dibatasi, guna menghindari antrean yang terlalu panjang. “ Kalau sampi antre sejak subuh sampai sore hari khan kasihan mas. Makanya setiap hari pemohon ita batasi, agar mereka bisa cepet terlayani. Dengan cara ini saja setelah rekam data, E-KTP baru jadi 10 hari kemudian”, tegasnya (get/neo)
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...