Buntut "Sunatan Massal Dana RTLH, Kejaksaan dan Inspektorat Turun Lapangan.

Kepala Bapermas Klaten Joko Purwanto
Klaten Mattanews,ComAdanya dugaan pemotongan dana bantuan RTLH (Rumah Tidak layak Huni) bagi warga miskin di Klaten membuat pihak Kejaksaan dan Inspektorat Klaten Gerah. Dua institusi penegak hukum ini mulai melakukan penyelidikan dan pemeriksaan sajauh mana adanya keterlibat oknum pejabat di jajaran Pemda Klaten, menyusul adanya dugaan korupsi yang dilakukan oleh oknum relawan yang selama ini mengawal proyek RTLH di Klaten.

“ Saya belum tahu pasti siapa saja yang bermain dalam proyek ini karena saya baru sebulan menjabat sebagai Kepala Baermas. Tapi yang jelas masalah ini sudah sampai ke Kejaksaan dan Insepktorat guna melakukan pengusutan. Disamping itu saya sudah melaporkan masalah ini pada Bupati”, demikian ditegaskan Kepala Bapermas Klaten Joko Purwanto saat ditemui usai mengadap Bupati Kamis (29/9).

Selain melaporkan semua permasalahan yang terjadi, menurut mantan staf Ahli ini, dirinya juga minta arahan guna pelaksanaan bantuan RTLH yang akan datang agar tidak terulang kembali ksus serupa. Menurutnya Bupati telaha memerintakan dirinya untuk melakukan proses pemberian bantuan RTLH sesuai juknis yang ada, sehingga bantuan sampai ketangan yang berhak dan bermanfaat.

“ Guna mengantisipasi dan menghindari adanya oknum yang bermain, untuk penyerahan RTLH yang akan datang polanya kita rubah. Ini sesuai perintah Bupati agar RTLH harus sampai ketangan rakyat utuh dan bermanfaat. Bupati akan menindak tegas siapa saja yang berani bermain-main dengan uang rakyat”, tegas Joko.

Selama ini relawan yang mendampingi program bantuan RTLH ialah KTB (Komunitas Tanggap Bencana). Sayang beberapa hari lalu kedok mereka terungkap dan diguga telah melakukan pemotongan dana (korupsi) dengan nilai hingga milliaran rupiah.

Dugaan kasus yang sebenarnya sudah lama tercium ini baru muncul ke pemukaan setelah banyak warga Bayat yang mengeluh karena hanya menerima bantuan senilai Rp 7 juta dari total bantuan Rp 8 juta. Selain itu mereka juga mengeluh karena doping matrial yang diberaikan warga banyak yang tidak layak pakai. Berawal dari sinilah akhirnya kasus yang sudah lama berjalan ini terbongkar setelah beberapa warga datang langsung ke kantor Bapermas.(glodak)  

Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...