Awas Penipuan Model "Kehabisan Bensin" Mulai Marak. Biasanya Dilakukan Saat Subuh

Awas.. penipuan dengan dalih kehabisan bensin
Klaten Mattanews.Com – Aksi tipu – tipu modus baru mulai marak di Wilayah Trucuk, Cawas dan sekitarnya. Dengan dalih kehabisan bensin untuk mengantar anaknya kerumah sakit, mereka mendatangi rumah penduduk minta sejumlah uang. Opresai mereka dilakukan pada subuh pagi hari dengan menggunakan motor sebagai alat kerjanya.

Beberapa warga Trucuk yang mengalami kejadian tersebut mengaku tidak mengira mereka seorang penipu yang senhaja mencari mangsa. Sehingga saat didatangi dua pelaku dengan lagak menuntun motornya, tanpa berpikir apa-apa langsung memberi yang diminta kareena mersa kasihan.

Mbok Sam dan tante Ida laila salah satu korban penipuan  warga Puluhan, Trucuk menjelaskan saat itu tiba-tiba pintu rumahnya diketuk seseorang taka dikenal. Setelah dibuka tamu tak diundaang ini langsung minta sejumlah uang dengan alasan kehabisan bensin saat mau mengantar anaknya kerumah sakit. Tanpa pikir panjang dirinya memberi sejumlah uang, karena melihat tak jauh dari umahnya ada motor dengan penumpang yang tampak dikerubuti selimat.

Lain halnya dengan yang dialami oleh mbokde Sam, perempuan paruh baya terpaksa memberi uang sebesar Rp 25 ribu, karena tiba tiba warungnya didatangi seseorang yang mengaku kehabisan bensin dengan alasan sama yakni akana mengantar anaknya kerumah sakit.

“ Saya baru sadar menjadi korban penipuan karena hampir semua warga didatangi oleh pelaku. Dalam waktu yang sama ternyata pelaku juga melakukan aksi serupa dibeberapa rumah penduduk, sehingga apa saya pastikan ini penipuan gaya baru, walau jumlah yang diminta tidak seberapa”, ujar Ida Laila

Kasus serupa ternyata juga terjadi di beberapa tempat. Modus pelaku dalam melakukan aksinya biasanya dilakukan pada pagi hari sekitar pukul 05.00. Mereka mendatangi rumah warga dengan alasan kehabisan bensin saat antar mengantar anaknya kerumah sakit, dompetnya ketinggalan saat akan mengobati anaknya dan alasan lain yang bisa membuat korban merasa kasihan (hil/lala)
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...