Walau Ada Rumor "Ancaman", Kabinet Kerja Bersama Sri Hartini Jalan Terus Dan Mulai Bekerja.

Mereka para pejabat eselon II,III dan IV Pemkab Klaten yang dilantik
Klaten Mattanews.ComDiawali menghadiri rapat paripurna DPRD Klaten hari ini Senin (29/8) kabinet kerja berama yang dibentuk Bupati Klaten Hj Sri Hartini akan memulai kerjanya guna menjalanankan roda pemerintahan kabupaten Klaten menuju Klaten yang maju mandiri dan berdaya saing. Walau sempat ada “ancaman kudeta” dari salah satu oknum pejabat yang merasa terbuang dari posisinya, beberapaa kalangan menilai kabinet yang baru saja dibentuk Bupati sudah mendekati ideal.

“Susunan kabinet saat ini memang belum sempurna karena masih harus menunggu SOT baru. Namun melihat komposisi pengisian pejabat di pos pos vital seperti Bapeda, DPPKAD, BKD dan Bawasda kabinet ini sudah bisa dikatakan 85 persen baik dan sesuai harapan masyarakat agar Klaten cepat menata diri guna menyusul ketertinggalan”, ujar tokoh masyarakat Klaten yang juga mantan pejabat teras Pemda Klaten.  

Menurut mantan pejabat yang punya hobi “nggowes” ini, Pemda sebenarnya punya banyak kader pejabat yang pandai dan cakap dalam bidangnya. Namun pada tiga tahun terakhir entah mengapa mereka yang potensial justru di “buang” dan diganti oleh mereka yang kurang berkopenten di bidangnya sehingga yang terjadi Klaten justru menjadi “awut-awutan”. “Ini pelajar berharga semoga Bupati yang baru tidak mengulangi kesalahan yang sama”, ujarnya.

Sementara itu adanya rumor yang mengatakan adanya seorang oknum pejabat yang tidak terima dan “mengancam” akan memporak-porandakan Klaten, ditanggapi pengamat sosial politik Suti Yudistira hal terebut sebagai tindakan bunuh diri yang bodoh. Jika apa yang dikatakan oknum itu benar karena merasa didukung oleh 85 persen kekuatan PNS di Klaten, justru itu bumerang dia dan bagi anak buahnya yang saat ini ada di pemerintahan.

“Ingat Bupati adalah penguasa tunggal dan memiliki hak prerogratif. Maka jika oknum tersebut mengklaim punya PNS 85 persen di Pemda, Bupati justru punya kekuasaan dan punya 100 persen PNS di Pemda. Maka jika oknum ini benar-benar mengancam, maka sangat mudah bagi Bupati untuk melakukan tindakan “tumpes kelor”, pada yang bersangkutan dan anak buahnya, jika beliau berkenan, walau hal itu tidak akan dilakukan Bupati”, ujarnya.

Dalam mutasi jilid 1 kemarin memang banyak terjadi pergeseran di pos pos strategis. Pergeseran tersebut dimaksud guna melakukan penyegaran serta pembinaan sekaligus pengisian jabatan agar semua mampu berkerja maksimal sesuai kemampuan dan kecapakan. Dan komposisi kabinet sementara ini banyak diapresiasi positip dari berbagai kalangan. Hanya dalam mutasi Jum’at lalu diduga ada sosok oknum yang kurang puas dan meresa “malu” dengan jabatan barunya sehingga sempat melakukan aksi tidak terpuji.(tev)

Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...