Ratusan Mobil Hias Akan Melintas Jalan Pemuda, Dalam Karnaval Pembangunan Klaten.

Kontingen RSUD Bagas Waras Klaten. dengan replika rumah sakit kebanggaan warga Klaten
Klaten Mattanews.com – Ratusan mobil hias dalam aneka warna dan bentuk akan melaju pelan disepanjang jalan pemuda Utara hingga selatan siang nanti Sabtu (20/8) hingga selesai. Ratausan mobil hias dengan berbagai kontingen akan menghibur masyarakat Klaten dalam rangka gelar karnaval pembangunan memperingati HUT Pemda ke 212 dan HUT Kemerdekaan RI ke 71.

Acara yang akan digelar tepat pukul 2.30 tersebut diperkirakan akan diikuti oleh sekitar 60 kontingen yang berasal dari seluruh bagian di jajaran Pemkab Klaten, dinas, swasta, perbankan, pengusaha. pendidikan hingga masyarakat umum. Dengan mengawali rute yang dimulai daro GOR Gelarsena Klaten arak arakan pawai akan finis di pertigaan BRI Klaten dimana sebelumnya peserta melakukan penghormatan pada Bupati Klaten Hj Sri Hartini di panggung kehormatan yang berada di depan rumah dinas Bupati.

Ketua umum panitia peringatan HUT Pemkab dan Kemerdekaan Kabupaten Klaten Drs Bambang Sigit Balak Sinugroho menjelaskan, mengevaluasi pawai sebelumnya, maka kali ini aktu penghormatan pada Bupati saat berada di panggung kehormatan akan diperpendek. Hal itu guna menghindari keterlambatan peserta berikutnya, mengingat waktu yang ada sangat terbatas.
Ketua Umum HUT Pemda dan Kemerdekaan Klaten Drs Bambang Sigit Balak Sinugroho
“Pada lurik carnivaal kemarin banyak peserta yang mengeluh dan protes karena tidak kebagaiaan waktu dan harus pulang hingga malam, karena panitia penyelenggara kurang memperhatikan durasi saat berada di panggung kehormatan. Sehingga banyak peserta yanag tampil asal lewat dan harus pulang malam dimana penonton sudah bubar”, ujarnya.

Terkait adanya insiden didepan panggung kehormatan, dimana sejumlah wartawan nyaris melakukan aksi boikot liputan, Bambang meminta agar semua pihak bisa menahan diri. Dalam hal ini memang perlu kajian dan saling memahami agar semua bisa berjalan baik.”Saya berterima kasih wartawan bisa berlapang dada dan akhirnya tetap melakukan tugas jurnalistiknya hingga acara usai, selaku ketua panitia saya minta maaf jika ada yang kurang nyaman saat liputan kemarin”, ujarnya.

Dalam Klaten lurik carnival, sempat terjadi ketegangan ketika sejumlah wartawan Klaten dihalau petugas saat akan mengambil gambar. Kegarangan petugas pengaman dianggap tidak profesional karena banyak “wartawan tiban” yang mengambil gambar justru didiamkan, sementara wartawan yang nyata-nyata punya media diusir dan dihalang halangi petugas.

Akhirnya watawan sepakat pulang dan menyerahkan membuang Id cardnya dan tidak akan lakukan liputan. Namun aksi tersebut bisa diredam setelah sejumlah wartawa lain memberi pemahaman dan meminta agar petugas tidak terlalu kaku dalam memberlakukan aturan dilapangan. (tev)
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...