Kepala Bapermas Klaten Herlambang Akhirnya The End. Terbukti Bersalah Di Hadapan Tim Penyidik.

Kepala Bapermas Herlambang, saat bersama Kabag Humas Klaten
Klaten Mattanews.ComTeka teki bagaimana nasib Kepala Bapermas Klaten Herlambang menjelang SOT akhirnya terjasab sudah. Hasil pemeriksaan sidang etik disiplin PNS yang terdiri dari plt Setda Klaten  Bambang Sigit Balak Sinugroho, Kepala BKD  Edy Hartanto, Kepala Bawasada Syahruna dan beberapa pejabat lainnya, yang bersangkutan mengakui semua perbuatannya. Seluruh hasil pemeriksaan kini sudah ada dimeja Bupati. Sesuai tingkat kesalahan, kuat kemungkinan yang bersangkutan akan terkena sangsi penurunan pangkat atau non job jabatan.

Beberapa sumber di Pemda menjelaskan dalam pemerikasaan yang berjalan cukup lama tersebut yang bersangkutan mengakui semua perbuatannya. Dihadapan tim pemeriksa Herlambang juga mememinta agar diberi pengampunan serta keringanan hukuman. Ungakapan penyesalan disampaikan yang bersangkutan serta berjanji tidak akan mengulangi lagi, mengingat dirinya masih banyak memiliki tanggungan keluarga.

“Tim tidak tepengaruh atas sikap penyesalan dan janji yang bersangkutan tidak akan mengulangi perbuatannya, karena yang bersangkutan sudah berkali kali membat kesalahan fatal. Jika saat ini Badan Kepegawaian memberi rekomendasi sangsi sesuai hasil pemeriksaan tim dari Bawasda, kami kira sudah tepat dan sewajarnya. Dan kini nasib dia ada ditangan Bupati”, ujar sumber.

Seperti diketahui beberapa waktu lalu para Camat se Kabupaten Klaten “marah” menyusul adanya pemotongan dana pendamping sebesar Rp 750.000 hingga Rp 1,5 juta/camat yang dilakukan oleh salah satu staf Bapermas atas perintah Kepala bapermas. Dalam kasus tersebut akhirnya semua uang hasil pemotongan oleh Kepala Bapermas dikembalikan langsung kepada ketua paguyuban Camat namun ditolak akhirya diserahkan melalui sekretaris paguyuban camat.

Dalam kasus ini Herlambang sempat diperiksa kejaksaan Klaten. Para Camat marah dan nekad melakukan “perlawanan” karena yang bersangkutan arogan dan tidak hanya sekali melakukan kesalahan. Saat menjabat Camat Di Karanganom sempat digerebek petugas dalam kasus perjudian, sementara saat menjadi Camat Trucuk terkena kasus penebangan dan penjualan kayu jati yang terletak dibelakang kantor kecamatan.(get)   
Share on Google Plus

Salam mattanes

1 komentar:

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...