AWAS !!!!. Kembali Marak Di Klaten, Mengaku Wartawan Dan Anggota DPRD "Peras" Pejabat.

ilustrasi wartawan gadungan dalam menjalankan aksinya
Klaten Mattanews.ComBeberapa pejabat dan PNS di jajaran Pemda Klaten belakangan ini mengeluh dengan adanya aksi teror dan main ancam yang dilakukan dua orang yang mengaku wartawan dan anggota DPRD. Dalam aksinya mereka menelpon nomor pejabat dan mengaku ingin bertemu. Namun ketika telepon tidak ditanggapi, mereka langsung mengirim SMS bernada ancaman dan memaki dengan kata kata kasar.

Pelaku mengaku bernama Yudi wartawan Radar Jawa Pos Pers. Sementara pelaku lain yang bernama Ali Mustofa mengaku sebagai anggota DPRD. Modus kedua pelaku ini pertama menelpon sasaran dengan kata-kata baik. Jika ditanggapi mereka akan datang dan ujung-ujungnya minta sejumlah uang. Namun Jika tidak ditanggapi maka pejabat yang bersangkutana akan dimaki-maki dengan kata kata kotor dan kasar.

Beberapa kepala SKPD kepada sejumlah wartawan mengaku sempat menjadi target operasi dua pelaku tersebut. Bahkan salah satu kepala SKPD di Klaten sempat memperlihatkan SMS dari pelaku yang nadanya mengancam dengan kata kata kotor.

“Sejak tadi pagi saya dan staf saya diteror dengan telepon dan SMS, tapi semua tidak saya tanggapi, karena sebelumnya saya sudah diberitahu dari kantor Bapeda, jika pelaku melakukan hal sama disana namun dapat digagalkan”, ujar salah satu kepala SKPD.

Beberapa staf di kantor Bapeda Klaten membenarkan jika beberapa hari lalu ada dua oknum yang mengaku wartawan Radar Jawa Pos Perss dan anggota DPRD yang datang ke kantornya dan meminta sejumlah uang. Namun permintaan ditolak karena selain tidak wajar dilakukan seorang wartawan, gerak gerik mereka mencurigakan.

”Kebetulan disini ada mantan wartawan Wawasan yang tahu semua siapa saja wartawan yang bertugas di Klaten, sehingga begitu gagal melakukan operasi di bapeda,tampaknya mereka amencari sasaraan lain”, ujar sumber.

Sejumlah wartawan yang bertugas di Klaten menegaskan dan meminta agar seluruh pejabat dijajaran Pemda Klaten baik yang ada di lingkungan Pemda hingga pelosok desa berani menolak tegas jika ada oknum wartawan atau LSM yang melakukan aksi pemerasan dengan dalih apapun. Jika meresa takut dan ragu pejabat bisa langsung lapor ke polisi atau menghubungi wartawan yang yang bertugas di Klaten guna konfirmasi kebenarannya.

“Tidak ada wartawan di Klaten yang bernama itu. Kejadian seperti ini bukan kali pertama, maka saya menghimbau pada seluruh jajaran PNS di Klaten dan masyarakat luas jangan mudah percaya dengan orang yang mengaku wartawan yang ujung ujungnya minta sejumlah uang atau mengatas namakan teman teman wartawan. Laporkan aparat biar mereka diringkus, karena ini jelas penipuan dan pemerasan. Bahkan sasaraan mereka tidak hanya pejabat di lingkungan Pemda tapi sudah merambah sampai tingkat kepala desa dan para guru serta UPTD”, tegas sejumlah wartawan.(tev)
   
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...