Kabinet Sri Hartini Jilid 1 Dan Harapan Rakyat Klaten.

Dua dedengkot kelompok 12. Bambang Balak Sigit Sinugroho dan Edy Hartanto
Mattanews.ComJum’at 26 Agustus 2016 Bupati Klaten Hj Sri Hartini mengumungkan kabinet kerjanya di Pendopo Kabupaten Klaten. 12 pejabat eselon II dikopyok ulang guna mendukung program Bupati dalam upaya menuju Klaten Yang Maju Mandiri dan berdaya Saing.

Bisa ditebak akan banyak figur pejabat yang harus “lengser” dari posisinya karena berbagai hal. Mungkin karena tidak pas, tak mampu bekerja atau malah punya banyak masalah atau mungkin “kesandung batu politik saat Pilkada tahun lalu. Karena harus diakui banyak oknum pejabat dilevel atas yang pada Pilkada kemarin berpaling wajah pada sosok Sri Hartini, karena dianggap “tidak menjanjikan”.
Ir Tajudin Akbar Kepala PU Klaten
Melihat komposisi kabinet jilid pertama ini, disambut banyak pihak dengan harapan optimis, Klaten akan kembali bangkit dari “tidurnya”, termasuk para pelaku ekonomi. Munculnya nama-nama Bambang Sigit Balak Sinugroho, Edy Hartanto, Tajudin Akbar, Sartiyasto di pos- pos barunya sudah mampu memberi harapan besar bagi rakyat Klaten dan jajaran SKPD lainnya jika Klaten akan kembali “lari” untuk mengejar ketertinggalannya.

Masuknya Edy Hartanto ke ruang asisten 1 yang membidangi masalah pemerintahan dibaca banyak kalangan  sebuah keputusan yang tepat guna menata birokrasi pemerintahan mulai dari tingkat bawah hingga atas. Latar belakang Edy yang lebih dari 3 kali menjabat sebagai camat serta jabatan lain seperti kabag perekonomian, dirut Bank Klaten serta asisten II setda, merupakan nilai plus bagi mantan kepala BKD ini dalam menata dan mengatur ritme pemerintahan agar selalu terjadi singkronisasi yang baik antar jenjang dan instansi.
Orang paling kaya se Klaten Sunarno Kepala DPPKAD Pemda Klaten
Demikian pula dengan kembalinya sosok Tajudin Akbar menahkodai dinas PU, adalah langkah bijak sosok Bupati dalam upaya “memperbaiki” dinas PU yang akhir akhir ini banyak disorot berbagai pihak karena “kebobrokannya”. Diharapkan style dan gaya kepemimpinan Tajudin yang low profile, sederhana namun sistimatis dan proposional profesional, mampu mengangkat kembali performance dinas  PU Klaten yang akhir akhir “redup” karena banyak rapot merah dalam kegiatan pembangunan di Klaten.

Program satu pintu, bagi bagi proyek, serta asal bapak senang dan gue untung yang selema ini begitu melekat di dinas ini, diharapkan akan berkurang dan hilang seiring terjadinya pergaantian di pucuk pimpinan. Sehingga proses pembangunan di Klaten dapat berjalan lancar dengan hasil makasimal baik secara kwantitas dan kwalitas.    

Tak kalah penting dengan pembangun fisik, Bupati Sri Hartini layak disebut sebagai sosok pimpinan yang jeli dan piawai manakala kembali menempatkan sosok Sartiyasto mantan kepala Disperindagkop dan UMKM Klaten kembali “ngurusi” masalah kepegawaian. Senioritas, kejelian, ketelitian serta kematangan dalam berpikir dan bertindak diharapkan mampu menghapus image negatif BKD, dimana stigma di masyarakat saat ini menyebut BKD adalah sarang “jual beli” jabatan. Semua berharap mantan plt Sekda ini mampu menata kembali birokrasi kepegawaian di jajaran Pemda Klaten agar mekanisme berjalan sesuai aturan yang jelas.
Syahruna tegas lugas tuntas Kepala Inspektorat Pemkab Klaten
Sementara itu bertahannya dua tokoh yakni Syahruna dan Sunarno di pos masing masing yakni Inspektorat dan DPPKAD merupakan langkah jitu guna mengawal “bocornya” anggaran keuangan Pemda, apalagi prestasi sosok Sunarno sudah teruji dimana, baru kali pertama laporan keuangan Klaten diterima dengan status WTP (wajar tanpa pengecualian) sebuah prestasi luar biasa yang belum pernah terjadi sebelumnya. Sementara keberanian dan ketegasan Syahruna sebagai kepala inspektorat tak perlu diragukan dalam menindak semua pelanggaran pegawai, demi tegaknya sebuah aturan dalam upaya menjaga wibawa pemerintah.  

Joko Puwanto yang dipercaya menukangi Bapermas menggantikan Herlambang bertujuan agar percepatan pengenetasan kemiskinan dengan mengoptimalkan peran Bapermas dalam upaya pemberdayaan ekonomi rakyat, dengan program RTLH dan kebijakan ekonomi lainnya cepat tercapai.
Low profile Sartiyasto Kepala BKD Pemkab Klaten
Disektor perencanaan, nilai plus kembali kita berikan pada Bupati Sri Hartini karena berani “memulangkan” Bambang Sigit Balak Sinugroho ke rumah lamanya yakni Bapeda yang merupakan habitat dimana dia meniti karier.

Pikiran yang selalu fress, cemerlang dan keberaniannya dalam berimprovisasi melakukan inovasi hingga kini belum ada “tandingnya”. Hasil dan buah pikiran beliau hingga dapat kita lihat, rasakan dan banggakan, misalnya proyek mercusuar RSUD Bagas Waras,  Terminal bus Ir Soekarno,  masjid Agung, serta keberanian beliau menyulap bekas bioskop RITA menjadi taman kota adalah ide-ide cemerlang walau saat itu banyak dicemooh dan ditentang banyak pihak.

Kabinet kerja bersama Bupati Hj Sri Hartini dengan slogan Menuju Klaten Yang Maju Mandiri dan Berdaya Saing, memang membutuhkan “orang- orang” hebat di bidangnya. Dengan komposisi kabinet yang mendekati ideal ini program Bupati akan cepat terlaksana. Dan akhirnya kita semua berharap dalam pembentukan kabinet Jilid II nanti, tetap berpegang pada profesionalisme, dedikasi loyalitas, kemampuan dan moralitas, bukan lagi sekedar pemberian “ Tax amnesthi politik”.(red)
 
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...