Kabinet Kerja bersama Menuju Klaten Yang Maju Mandiri Dan Berdaya Saing.

Bupati Klaten Hj Sri Hartini SE
Klaten Mattanews.ComRencananya Buapati Klaten akan mengumunkan kabinet kerjanya Selasa 22 Agustus 2016. Hal tersebut dilakukan setelah pada hari Sabtu – Minggi (20-21 Agustus 2016) seluruh pejabat eselon II di jajaran Pemkab Klaten melakukan uji kopetensi kepatutan dan kelayakan dihadapan tim Pansel yang beranggotakan jajaran akademisi, birokrasi serta tokoh masyarakat. Namun dengan berbagai pertimbangan kabinet belum dilakukan hingga hari ini. Namun yang pasti perombakan kabiet akan dilakukan dan pasti terjadi.

Pergantian pejabat, bukan berarti para pejabat yang ada saat ini tidak mampu mengemban tugas yang disampirkan dipundaknya. Namun sudah menjadi sebuah tradsi, pergantian pucuk pimpinan pasti akan dibarengi dengan prombakan kabinet. Demikian halnya yang akan dilakukan Bupati Klaten Hj Sri Hartini SE dalam memimpin Klaten di lima tahun kedepan.

Siapa yang akan duduk dikabinet dengan jabatan strategis, seperti Kepala Bapeda, BKD, Bawasda atau DPPKD, semua masih tanda tanya. Yang jelas sesuai misi dan semboyan beliau yakni mengabdi tiada henti, tampaknya Bupati tidak akan asal pasang untuk menempatkan “orang-orang” kepercayaanya duduk di posisi strategis.
Tak pernah canggung untuk turun langsung kebawah
Slogan menuju Klaten Yang Maju Dan Berdaya Saing, memiliki implikasi dan makna yang luas yang harus bisa dijabarkan dan diujudkan dalam pemerintahannya, agar secepatnya bisa dirasakan dan dinikamti rakyat Klaten. Dan itu hanya bisa terwujud ketika ada soliditas dan kemauan kerja keras dalam kabinetnya mendatang.   

Banyak kreteria serta penilaian sosok pejabat layak ikut dalam Kabinet Sri Hartini mendatang. Namun tidak semudah membalikkan telapak tangan untuk bisa bergabung didalamnya. Sekedar tampil dan ikut bersama Bupati saat kunjungan kerja bukan jaminan untuk bisa mendapat posisi. Selalu mendampingi dan duduk bersandingan dengan beliau juga belum bisa diartikan mereka orang yang akan dipakai. Karena Bupati tidak butuh orang yang hanya bisa “mencari muka” dan berkata”asal ibuk senang”, apalagi dengan “ancaman” memamerkan kemampuan pribadinya atau kekuatan jaringan dalam birokrasi. Bupati Butuh orang setia yang mau dan bisa bekerja.

Bupati bukan alasan untuk tidak berbaur dengan rakyatnya
Loyalitas, totalitas, dedikasi dan bisa itulah orang-orang yang akan dipakai dikabinet mendatang. Namun loyalitaspun belum cukup, karena mereka juga dituntut konsekwensinya ketika sudah ada dalam kabinet. Kepandaian, kecerdasan, moral, kepribadian serta kecakapan harus bisa dipertanggung jawabkan. Dan satu hal yang tidak bisa ditawar-tawar ialah loyalitas mereka saat Pilkada tahun lalu.

Lantas siapakah nama-nama yang akan masuk dalam kabinet mendatang dan siapa-siapa nama dilapis kedua yang akan naik posisi semua masih samar. Adanya wacana perubahan struktur pemerintahan sesuai peraturan Mendagri, bisa jadi salah satu penyebab Bupati tidak gegabah mengumunkan kabinetnya. Adanya rencana perobakan di struktur pemerintahan dimana akan ada 4 Dinas dan 3 Bagian baru, artinya akan ada tambahan kuota di level pejabat eselon II dan III, tentunya menjadi pertimbangan tersendiri bagi beliau.

Dan akhirnya siapapun orang yang akan dipakai Bupati nanti, hendaknya mereka yang punya integritas, kualitas dan moralitas baik. Bener benar sosok yang bisa bekerja bersama Bupati dalam mewujudkan Klaten yang lebih baik, Maju Mandiri dan Berdaya Saing.(red)
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...