Gubernur Ganjar Pranowo: Kembangkan Inovasi dan Kreasi Agar Mampu Bersaing Di MEA

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo bincang bincang dengan karyawan pabrik
Klaten Mattanews.com - Gubenur Jawa Tengah Haji Ganjar Pranowo mengunjungi pabrik tekstil PT Koesuma Nanda Putra di desa Jatimulyo kecamatan Pedan Klaten. Dalam kunjungannya Gunernur didamping jajaran direksi Bank Jateng Dirut Supriyatno, Dirut Operasional dan Unit Usaha Syariah Hanawijaya dan direktur Pujiyana. Rombongan diterima pimpinan perusahaan  Wahyu Soeseno (Dirut) dan Honggo Wahyu Amertho (direktur).

Durektur PT Koesuma Nanda Putra Hanggo Wahyu Amerta dalam penjelasnnya mengatakan, sebelumnya perusahaan yang didirikan mulai Februari 1991 itu memiliki tenaga kerja sebanyak 1500 orang. Jam kerja dilakukan dengan cara shif dengan memproduksi kain untuk kosumsi lokal dan manca negera .

Dalam upaya mengembangkan usaha, kini perusahaan mencari tambahan modal di Bank Jateng untuk pengadaan peralatan mesin. Dengan tambahan mesin perusahaan akan menyerap 500 tenaga kerja baru sehingga pemasarannya mampu mencapai delapan negara.
Gubernur Ganjar Pranowo bersama Bupati Klaten Sri Hartini dan dirut
Sementara Gubernur Ganjar Pranowo meminta agar perusahan mampu melakukaan berbagai upaya agar mampu mempetahankan produk dalam upaya menghadapi pasar bebas MEA. Upaya tersebut antara lain dengan meningkatkan kulitas sumber daya manusianya serta meningkatkan kwalitas produk. “ Tanpa upaya tersebut kita tidak dapat dapat bersaing dengan perusahaan lain. Pengusaha harus berani mengembangkan inovasi baru. Agar tetap eksis da mampu bersaing“ pintanya.

Kabid Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi dan UMKM Klaten, Yhunanta mengemukakan, jumlah pengusaha garmen yang menggunakan alat tenun bukan mesin (ATBM) terus menurun. Sebelumnya pengusaha ATBM jumlahnya mencapai  51 kini tinggal 31 orang, kondisi tersebut akibat managemen yang kurang baik, serta biaya produksi yang cukup mahal.

Sementara Bupati Klaten Hj Sri Hartini meminta agar para pengusaha tenun dan lurik Klaten semakin banyak melaakukan kreasi dan inovasi agar hasil produknya mampu bersaing dengan produk daerah lain. Lurik Klaten yang sudah memiliki nama hendaknya dapat dipertahankan menjadi salah satu komoditi andalan Klaten. “Lurik salah satu icon Klaten yang harus kita pertahankan”, harapnya (han/red)
.
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...