Tim Propinsi Usut Kasus Bapermas Klaten. Herlambang Bawa Sendiri Uang Pengembalian.

Kepala Bapermas Herlambang bersama Asisten II Purwanto AC
Klaten Mattanews.comKasus yang menimpa Kepala Bapermas Klaten Herlambang Joko Santoso terkait pemotongan dana pendamping (BOP) yang dilakukan beberapa waktu lalu tampaknya tidak seleai begitu saja seperti pernyataan yang dilontarkan Kepala Bapermas di beberapa media. Setelah Inspketorat Pemkab Klaten mengambil alih kasus tersebut kini Pemprov Jateng langsung menerjunkan timnya ke Klaten untuk melakukan kalrifikasi dan validasi kebenaran berita tersebut.

Tim yang beranggotakan tiga orang datang ke beberapa kecamatan dengan untuk mencari bukti data terkait pemotongan. Mereka berhasil mendapatkan foto copi kwitansi slip pemotongan dana di kecamatan Kebonarum dan Klaten Utara.

Eko Sulistianto salah satu dari tiga personil tim yang diterjunkan di Klaten menandaskan pihaknya hanya melakukan klarifikasi dan mencari bukti pemotongan, untuk selanjutnya dilaporkan pada Gubernur Ganjar Pranowo. “Kita hanya diperintahkan ke Klaten guna melakukan klarifikasi dan pengumpulan data untuk selanjutnya kita laporkan pada Bapak Gubernur”, ujarnya.

Kasus pemotongan dana BOP di Klaten ternyata mendapat perhatian serius dari orang nomor satu di Jawa Tengah. Bukan masalah besar kecilnya uang yang dipotong, namun perilaku dan tindakan tersebut telah menyalahi aturan dan melukai hati rakyat. Apalagi uang tersebut untuk kepentingan rakyat.

Camat Kebonarum, Jaka Purwanto menjelaskan pemotongan dana dengan kisaran Rp 300.000 hingga Rp 1,5 juta/kecamatan tidak diketahui Camat. Kasus tersebut mencuat dan memanas setelah para camat dikumpulandi ruang B1, dimana dalam forum tersebut Kepala bapermas diprotes oleh hampir semua camat yang hadir.

Sementara itu Kasi PMD Kecamatan Klaten Utara, Puji Hartono menjelaskan semua yanaga terkait dengan pemotongan sudah diuraikan dan dijelaskan pada tim. Pemotongan yang terjadi dua pekan lalu terjadi setelah para Kasi PMD diundang ke kantor Bapermas Pemkab Klaten. Disitulah dana BOP dipotong 20 persen dengan alasan untuk BOP tim kabupaten.

Sementara itu beberapa sumber menjelaskan, pada saat akan mengembalikan uang tak ada satupun camat yang mau menerima. Priharsanto selaku ketua paguyuban camat juga tak bersedia menerima uang pengembalian yang dibawa langsung Kepala bapermas, karena takut terkena imbasnya.

Akhirnya Kepala bapermas membawa uang itu sendiri dan diserahkan kepada sekretaris paguyuban yakni Camat Klaten Tengah. Camat Klaten tengah Widiyatno yang semula menolak menerima uang pengembalian tak bisa berkutik, karena kepala Bapermas datang langsung meletakkan uang pengembalian diatas meja. Akhirnya uang diterima untuk dikembalikan. Usai mengembalikan uang Kepala bapermas langsung “mentraktir” semua camat dengan acara buka puasa bersama.


“Kalau sesuai prosedur kenapa dikembalikan setelah diprotes. Dan jika masalah ini telah selesai kenapa Inspektorat dan tim dari Propinsi datang ke Klaten untuk mengusut kasus ini. Berarti kasus ini akan terus bergulir dan diproses sesuai hukum” ujar sumber. (tev/sen)
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...