Satpol PP Klaten Terjun Ke Kujon Ceper. Siap Tindak Para Pelanggar Perda.

Kasat Satpol PP Klaten Slamet Widodo
Klaten Mattanews.comSatuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Klaten hari ini bersama tim dari DPU Klaten terjun ke wilayah kecamatan Ceper guna memastikan adanya pelanggaran perda tentang penggunaan lahan sebelum melakukan tindakan penegakan hukum. Tim yang dipimpin langsung Kasat Satpol PP Klaten Slamet Widodo tersebut terjun langsung ke lapangan karena adanya keresahan warga yang diakibatkan banyaknya bangunan liar di wilayah Ceper.

“Kita kemarin telah diundang pihak PU guna koordinasi terkait adanya gejolak di wilayah Ceper terkait adanya penolakan warga terhadap beberapa bangunan liar serta huller yang tidak memiliki ijin dan menggunakan lahan basah. Untuk itu Rabu pagi (21/6) tim akan kesana untuk memastikan sebelum melakukan tindakan penegakan hukum sesuai aturan yang ada”, demikian ditegaskan Kasat Satpol PP Klaten Slamet Widodo pada wartawan. 

Menurut Widodo pihaknya belum dapat melakukan penegakan hukum sesuai undang undang yang diatur di perda, sebelum mengetahui persoalan sesungguh di lapangan. Yang jelas jika memang terjadi pelanggaran perda, maka pihaknya tidak segan segan untuk mengambil langkah tegas guna penegakan hukum dan wibawa Pemda. “ Kalau memang melanggar tentu kita tindak, tidak peduli ada beking dibelakangnya”, tegas Slamet.
Huler (selepan) liar milik Siswanto yang dipersoalkan warga
Seperti diberitakan beberapa waktu lalu, sekitar 60 warga Kujon Ceper mengeluarkan petisi penolakan adanya huller (selepan) liar dan beberapa bangunan yang ada di wilayahnya. 60 warga tanda tangan dan berkirim surat pada Camat karena mengetahui jika lokasi bangunan huller dan lainnya menempati lahan basah subur (pertanian) dan tidak berijin. Hal tersebut dilakukan warga karena kesal sikap pemilik Huller yang tidak menggubris himbauan warga karena merasa sudah menghubungi salah satu oknum Satpol PP Klaten berinisial Si.

Karena kesal akhirnya warga dan BPD melaporkan kejadian tersebut pada Kepala desa dan diteruskan Camat Ceper. Oleh camat laporaan warga diteruskan kepada Satpol PP Klaten melalui suratnya tertanggal 27 Juni 2016 yang ditandatangani Camat Ceper Supriyono.Sos. Dimana dalam surat tersebut dengan tegas warga meminta bangunan liar tak berijin dan Huller yang menempati lahan subur untuk ditutup dan dihentikan dari segala kegiatannya.(med)
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...