M.Nassir Pak Camat Yang Juga Jawara Silat Dari Tempursari.

M.Nassir Camat Cawas
Klaten Mattanews.comDandanannya selalu necis dan perlente, cendrung gaul ala anak muda. Pembawaannya kalem tak banyak bicara. Badannyapun tak terlalu besar. Namun ribuan peserta upacara serta tamu undangan pembukaan Kapolres Klaten Cup Klaten dibuat tercengang, manakala 10 pipa besi pompa air Dragon bisa dipatahkan hanya dalam satu gerakan.

Itulah sosok M Nassir Camat Cawas, Klaten Jawa Tengah yang ikut tampil dalam atraksi unjuk kebolehan di hadapan Bupati Klaten Hj Sri Hartini dan Muspida serta ratusan tamu undangan lainnya. Usai mematahkan besi pak camatpun mendapat ucapan selamat dari para tamu undangan termasuk ketua KONI Klaten H. Otto Saksono.

Usut punya usut lelaki asal Tempur Sari Ngawen ini ternyata ketua umum perguruan pencak silat Merpati Putih Klaten. Bahkan kecintaanya pada bela diri warisan nenek moyang sudah ditekuni sejak tahun 1996. Dan karena berbagai prestasi dan kemampuannya, maka beliau diberi kepercayaan untuk memipin perguruan yang memiliki anggota ribuan siswa ini sejak tahun 2000.
Pak Camat yang juga ketua PS. Merpati Putih Klaten
“Sejak kecil saya suka dengan seni bela diri. Maka ketika masih duduk di bangku SD saya sudah mulai ikut ikutan para senior saat berlatih. Kebetulaan lingkungan saya saat itu mendukung untuk menekuni olah raga ini, akhirnya saya suka dan mencintai seni bela diri pencak silat hingga sekarang”, ujarnya saat bincang bincang dengan Mattanews.

Menurut sang Pendekar dari tempursari ini, bela diri tidak bisa dijadikan alat untuk kita bersombong diri. Justru dengan menekuni bela diri kita bisa semakin intropeksi akan segala kekurangan yang kita miliki. Ilmu bela diri bukan untuk gagah-gagahan. Bela diri hanya kita gunakan untuk menjaga diri, melindungi yang lemah serta membela kebenaran serta untuk olah raga.

“Pelajaran rendah diri, saling menghormati dan selalu melindungi yang lemah selalu saya tanamkan pada seluruh murid murid saya di perguruan silat Merpati Putih. Seorang pendekar sejati adalah sosok yang mampu mengendalikan diri sendiri dari segala perbuatan sombong, marah dan sok Jago. Pepatah diatas langit masih ada langit selalu saya tanamkan pada semua murid saya”, tegasnya. (tev)     
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...