Maunya Lebaran Dengan Keluarga Sriyanto Dibekuk Saat Mudik Lebaran. Ancaman 5 Tahun Penjara.

Sriyanto pelaku penganiayaan warga Prambanan
Klaten Mattanews.com Setelah dinyatakan buron selama satu tahun, Sriyanto alias Kewel warga Dompyongan, Jogonalan, Klaten akhirnya berhasil dibekuk petugas dari jajaran Polsek Jogonalan, Klaten, Kamis (21/7) saat “mudik” ke kampung halamanya.

Mewakili Kapolres Klaten AKBP Faizal, Kapolsek Jogonalan AKP Ngadino menjelaskan, Sriyanto didakwa melakukan penganiyaan berat kepada Girman (39) warga Brajan, Prambanan, Kabupaten Klaten. Korban di pukul oleh Sriyanto dengan menggunakan cangkul, akibatnya korban mengalami gangguan kesehatan hingga kini. “Korbannya mengalami luka sobek di kepala sebelah kiri hingga meninggalkan bekas sepanjang 9 cm, dan mengganggu kesehatannya sampai sekarang” jelas AKP Ngadino.

Lebih lanjut AKP Ngadiyo menjelaskan kejadian yang terjadi di Banjarejo, Dompyongan , Jogonalan tanggal 22 Juli 2015 lalu itu berawal dari perselisihan masalah rumah tangga diantara keduanya. “Korban ini hendak mencari anak dan istrinya yang berada di rumah tersangka, namun malah terjadi cek cok dan berujung penganiayaan. Pelaku mencangkul kepala korban” tambah AKP Ngadino.

Penangkapan tersebut dilakukan berkat informasi dari warga setempat yang menginformasikan bahwa Sriyanto terlihat pulang ke rumahnya. Mendapati informasi dari masyarakat, Polsek Jogonalan yang telah mengincar pelaku sejak setahun belakangan ini, kemudian melakukan pengintaian ke lokasi, dan memang menjumpai pelaku yang berada di Desanya, tak memerlukan waktu lama, petugas pun segera meringkus pelaku.

Saat ini pelaku dititipkan di Rumah Tahanan Polres Klaten, Jika terbukti unsur-unsur penganiayaannya, maka Sriyanto akan dijerat dengan pasal 351 ayat 2 KHUP tentang penganiayaan berat dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. “Barang bukti berupa cangkul yang digunakan untuk menganiaya korban sudah kami amankan lebih dulu dan jika terbukti bersalah, pelaku bisa dijerat dengan pasal 351 ayat 2 KHUP tentang penganiayaan berat dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara,” pungkas AKP Ngadino.(K1-red)

Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...