Di Usia 212 Klaten. Bupati Hj Sri Hartini Dan Muspida Nyekar Ke Makam Bupati Klaten Pertama Di Kajoran.

Bupati Sri Hartini dan wakil serta Muspida nyekar di Makam Eyang Melati
Klaten Mattanews.comUsai melaksanakan upacara hari jadi Klaten ke 212 yang jatuh tepat tanggal 28 Juli 2016, Bupati Klaten Hj Sri Hartini beserta wakil dan seluruh jajaran Muspida dan kepala SKPD Pemda Klaten melakukan ziarah ke makam para leluhur Bupati Klaten pertama serta cikal bakal kota Klaten Yang Melati di dukuh Sekalekan, Klaten kota.  

Ziarah kubur pertama dilakukan ke makam Eyang Melati di dukuh Sekalekan, Klaten kota. Eyang Melati adalah putra Ki Juru Martani tokoh pujangga Mataram. Karena jasanya saat itu sebagai Manggalayuda yang menang dalam peperangan, beliau diberi hadiah oleh raja Mataram sebuah tanah perdikan berupa hutan belantara, yang kini dikenal dengan nama Kota Klaten.
Bupati Sri Hartini menabur bunga dimakam Bupati Klaten pertama KRT Mangun Nagoro
“Beliau tidak mau disebut namanya. Beliau hanya berpesan akan selalu mengayomi rakyatnya selama berbuat dan berperilaku baik.  Untuk itu beliau yang semare disini tidak mau disebut namanya”, ujar ibu Sudarti juru kunci makam turun ke 2 dari pendahulunya.

Usai di Makam Eyang Melati rombongan langsung menuju komplek makam Kajoran dimana beremayan dua tokoh kerajaan Mataram yakni Panembahan Romo dan Panembahan Agung. Usai nyekar dimakam panembahan Romo Bupati Hj Sri Hartini menuju makam Bupati Klaten pertama KRT. Mangun Nagoro dan istri.
Bupati Klaten bersama Ny Sumanto istri mantan Bupati Klaten
Tahun berapa tepatnya beliau menjadi Bupati Klaten pertama hingga saat ini belaum ada yang tahu persis. Namun dari berbagai jejak sejarah serta tulisan di beberapa naskah, saat itu beliau mendapat dawuh dan kepercayaan dari Raja untuk memegang kendali pemerintahan di Klaten langsung dari keraton dengan istilah (mantri jero). Dan sebagai kantor pertama yang dijadikan pusat pemerintahan Kabupaten Klaten ada di daerah Kanjengan kota Klaten, (kini digunakan untuk kantor Arsip Pemda).

Setelah melakukan tabur bunga rombongan menuju taman makam pahlawan Ratna Bantala yang berlokasi di dukuh Kunden Klaten Selatan. Disini Bupati melakukan tabur bunga dimakam mantan Bupati Klaten Kol.H. Soemanto dan mantan Bupati Klaten Pratikto. Tampak mengiringi Bupati Klaten ibu Hj Sumanto istri alamarhum didampingi putra tertuanya dr Ronny Rukminto. Usai berdoa sejanak Rombongan langsung menuju Teloyo Wonosari untuk nyekar mantan Bupati Klaten yang juga istri Bupati Klaten Hj Sri Hartini yakni almarhum Hariyanto Wibowo.
Hj Sri Hartini menuang air dimakam sang suami tercnta yang juga mantan Bupati Klaten H. Hariyanto Wibowo
Di makam Teloyo Bupati Klaten Hj Sri Hartini tak mampu membendung keharuan dan kesedihannya. Didepan makam sang suami, orang nomor satu ini akhirnya menitikkan air mata dan terdiam beberapa saat. Suasana makampun tampak hening dan penuh haru. Dengan linangan air mata Bupati berdoa dan menabur bunga diatas makam sang suami tercinta.

“Ziarah kubur yang kita lakukan ini bertujuan untuk mengenang para pendahulu kita yang telah banyak berjasa bangsa dan negara. Dalam kesempatan ini kita mendoakan agar para pendahulu kita diberi pengampunan dan tempat yang layak sesuai amal baktinya. Momen ini sekaligus juga sebagai peringatan bagi kita semua, kelak kitapun akan menyusul mereka. Untuk itu beribadah berbuat yang baik dan berguna bagi bangsa adalah kuwajiban utama yang harus kita lakukan selama kita masih diberi umur panjang”, ujar Bupati.(get/red).  

Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...