Bangunan Liar Marak Di Ceper. 60 Warga Kujon Buat Petisi Tolak Huller Liar.

Selepan liar di Kujon Ceper
Klaten MattanewsSedikitnya 60 warga Desa Kujon Ceper Klaten, menandatangi petisi penolakan berdirinya tempat penyosohan padi (huller) milik Siswanto yang ada di dukuh Salak, Desa Kujon, Kecamatan Ceper Klaten Jawa Tengah. Penolakan dilakukan karena bangunan tersebut liar tidak memiliki ijin linkungan dan menimbulkan polusi suara dan debu. Selain itu warga juga menolak adanya beberapa bangunan liar lainnya yang dibangun tanpa ijin dan menyalahi peruntukan.

Beberapa tokoh warga Kujon menjelaskan banyak bangunan  yang ada didesa Kujon menempati lahan persawahan dan telah melanggar Perda Nomor: 11 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang (PTRD) Wilayah Kabupaten Klaten Tahun 2011 – 1013. Termasuk Bangunan Rumah dan Usaha Huller padi itu tidak memiliki ijin lingkungan dan bahkan telah melanggar PTRD Wilayah Kabupaten Klaten. Padahal tanah yang digunakan merupakan lahan basah atau persawahan subur.

” Jika ini dibiarkan terus bisa-bisa seluruh saah lahan subur di desa kami habis berubah jadi bangunan liar. Kami selaku tokoh masyarakat telah berulang kali melaporkan kajadian ini pada perangkat desa dan pihak terkait namun tak pernah ada tanggapan. Justru saya menduga maraknya bangunan liar ini karena ada beking oknum Satpol PP, karena saat kami konfirmasi pada pemilik bangunan mereka mengatakan semua sudah diurus oleh anggota Satpol PP berinisial Si.”, ujar salah satu warga ujon.

Hal sama disampaikan oleh salah satu warga bernama Subekti yang nekad membangunan rumah diatas lahan basah dengan alasan disekitarnya sudah banyak bangunan. Sehingga semua protes warga tidak digubrisnya. “ selaku anggota BPD kami penah menegur pemilik bangunan dengan nama Subekti,  namun yang bersangkutan ngeyel dengan alasan disekitarnya sudah banyak bangunan permanen”, ujar salah satu anggota BPD Desa Kujon.

Jika protes warga tidak digubris, warga Kujon sepakat akan melaporkan kasus ini pada Bupati. Karen ada indikasi kuat, beberapa oknum bermain dengan maraknya bangunan liar di wilayah Desa Kujon dan sekitarnya. “ Jika memang tidak ada apa-apa kenapa instansi terkait tidak berani menindak atau membongkar bangunan tersebut. Ada apa dibalik huller”, ujar salah satu warga.

Sementara itu Siswanto pemilik huller saat dikonfirmasi wartawan beberapa waktu lalu menegaskan selepan (huller) yang dikelolanya milik pribadi dan semua sudah diurus oleh salah satu anggota Satpol PP Klaten bernama Si. “ Semua yang terkait dengan berdirinya huller ini sudah diurus oleh pak Si mas.”, ujarnya. (ags)
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...