Artikel Oleh: Nur Kholidah. Penguatan Pendidikan Dalam Keluarga Dan Masa Depan Anak.

Keterbatasan bukan halangan untuk menuntut ilmu
Siang itu matahari sangat terik, panasnya begitu terasa hingga menghangat kan badan, nampak di kejauhan gadis kecil berseragam merah putih dengan riang menaiki sepeda birunya. Seakan bersahabat dengan alam tidak mempedulikan  kulitnya berubah warna. Tak kenal lelah mengayuh  sepeda sangat kencang agar sampai rumah dengan segera, ketika tiba di rumah dan mengucap salam tanpa basa basi penuh kepercayaan diri gadis itu langsung menghampiri sang kakek sambil memperlihatkan buku tulis serta menceritakan kegiatan belajarnya di sekolah dengan bangga.

" Pak uwo , aku tadi di sekolah disuruh menulis Pak Guru, rapi saya tulis semua banyak lho" sambil menunjukkan buku dengan hasil karyanya disekolah. Dengan bijak pak uwonya menanggapi dan menyuruh cucunya untuk membacakan kalimat yang dia tulis sewaktu di kelas,  lalu gadis itu membacakan isi kalimat yang dia tulis dengan suara keras.  "saya harus menulis dan memperhatikan Pak Guru" kalimat itu di ulang sampai 25 kali.

Tugas khusus dari Pak Guru. " semua temanku sudah pulang dan hanya aku sendiri yang dipanggil untuk tetap duduk di kursi lalu menulis tugas untuk mengerjakan sebelum pulang". Kakeknya berusaha menasehati bahwa tugas tersebut merupakan suatu peringatan dari Pak Guru yang disebut dengan hukuman, namun bocah itu bersikeras menulis kalimat tersebut, karena merasa itu adalah tugas khusus dari Guru wali kelasnya.

Gadis kecil nan lincah itu berusia 8 tahun kelahiran Januari 2007  baru kelas 2 di SD Bero 2,  nama panjangnya Kurnia Ajeng Setyaningtyas , sudah  satu tahun lebih Tya biasa dipanggil tinggal di kampung dengan Kakek bersama kedua pamannya.
Penanaman jiwa disiplin sejak dini mampu menciptakan karakter anak yang kuat
Tya tak pernah menangis atau pun mengeluh dengan segala peristiwa , kondisi yang di alaminya ketika sedang tidak enak badan pun tetap melakukan seperti dikala sehat.  kegiatan yang paling disukai adalah bersepeda keliling kampung bahkan tanpa disadari hingga ke beberapa desa lain, sampai Paman nya juga ikut bersepeda motor karena mencarinya.

Tya sangat aktif tidak bisa duduk diam lebih dari 15 menit, sering menirukan kegiatan pekerjaan orang dewasa, ingin cepat besar supaya bisa menghasilkan uang sendiri. apapun yang dilihatnya menjadi sebuah pertanyaan dan pemikiran tersendiri bagi nya.

Bukan sekali atau dua kali "tugas" yang diberikan guru dianggapnya sebuah perhatian khusus, dia merasa dimanjakan dan special. Pernah suatu ketika pulang sekolah Tya bilang ada tugas untuk membawa kain, ember beserta air, kakeknya berpikir mungkin ada kegiatan ekstrakurikuler tapi ternyata bukan. Gadis itu menjelaskan kain itu untuk membersihkan telinga supaya bersih dan bisa mendengar guru ketika ada kegiatan belajar mengajar.

Tya terlahir dari pasangan orang tua yang usianya sangat muda, menikah pada usia 18 tahun, ketika berumur 5 tahun Tya sudah mempunyai dua orang adik, sehingga perhatian ibundanya terfokus pada kedua orang adiknya. Ketika melakukan kegiatan selalu saja ada teguran, selalu salah dan sering mendengar suara keras serta perlakuan kasar dari orang tua.

Ketidak siapan orang tuanya ketika menikah dalam menjalani hidup yang sesungguhnya tanpa campur tangan orang tua dan minimnya ilmu pengetahuan cara mendidik anak membuat pola salah asuh terhadap buah hati mereka, akhirnya anak tumbuh dengan pola pikirnya dan bertindak sesuka hatinya menunjukkan sikap memberontak dan membangkang. Paman dan wali kelasnya bekerja sama untuk melakukan bimbingan terhadap Tya supaya tumbuh sesuai dengan pola pikir seusianya. Bimbingan tersebut melalui melalui pengamatan dan percakapan langsung pada anak.
Bimbingan dan kasih sayang Orang tua mutlak diperlukan
Erna Wulan Syaodih dan Mubiar Agustin ( 2015 ) Bimbingan Konseling untuk Anak Usia Dini , Universitas Terbuka menulis dalam bukunya " Lingkungan sekitar anak yaitu lingkungan keluarga dan tempat belajar anak merupakan lingkungan yang sehari-hari dimasuki anak. Dalam lingkungan-lingkungan tersebut banyak hal yang turut mempengaruhi tumbuh kembang anak. Proses perkembangan anak tidak hanya dipengaruhi oleh faktor genetika, tetapi lingkungan pun memberikan andil yang sangat besar untuk keberlangsungan proses perkembangan anak. Upaya bimbingan untuk anak usia dini memberikan pemahaman tentang bagaimana kondisi lingkungan yang senantiasa di masuki anak".

Jumini salah seorang tutor di Universitas Terbuka ketika mengetahui permasalahan ini memberi saran bahwa ketika anak melewati masa pembangkangan maka di beri waktu pendinginan ( cooling down ) misalnya berupa penghentian aktivitas anak dan membiarkan anak sendiri di dalam kamarnya atau disuatu tempat. Beberapa waktu kemudian barulah anak di ajak bicara untuk dimintai penjelasan mengapa melakukan hal hal yang di larang orang tua.

Seorang tokoh wanita  Farida Wira bangsa menyampaikan sebuah pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah namun juga menjadi tanggung jawab keluarga, masyarakat dan Negara. Mulai dari yang paling kecil , ayah ibu ,Kakek nenek, lingkungan sekitar Rt Rw,  kelurahan, kejenjang yang lebih tinggi yakni kecamatan, kabupaten,  propinsi hingga akhirnya sampai pada seorang kepala negara.

Bila seluruh lapisan masyarakat Hingga negara memberikan contoh yang baik maka baik pula generasi penerus bangsa. Memberi contoh kegiatan dan perilaku yang baik, dimulai dari kebiasaan maka terciptalah habit yang positif dikemudian hari hingga anak tumbuh dewasa dan menjadi orang tua.

Perlu juga adanya parenting tentang cara mendidik anak bagi calon ibu dan ayah di Departemen Agama dalam hal ini selaku pencatat noktah merah dan hijau. Jadi bukan hanya ikrar ijab dan qobul. Sehingga orang tua tidak hanya mempercayakan pada pendidikan formal dan non formal. Dimana orang tua dapat memulai pendidikan dasar dari rumah.

Nama : Nur Kholidah
Tgl lahir : 14-9 -1980
Mahasiswi: Universitas Terbuka. Jurusan S1 PAUD.
Alamat : Karangkulon Bero Trucuk Klaten Rt 01 Rw 02 Jawa Tengah.

Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...