Pembukaan Malem Slikuran Di Komplek GOR Klaten Sepi Pengunjung.

Suasana maleman GOR Gelar sena Klaten
Klaten Mattanews – Pembukaan maleman (malam slikuran) yang digelar di komplek GOR Gelarsena Klaten, Jawa Tengah sepi pengunjung. Tak banyak pejabat yang hadir dalam acara pembukaan yang dilakukan Setda Klaten Joko Sawaldi Sabtu sore (25/6). Beberapa stand mainan justru masih tutup karena tak ada pengunjung.

Malam Slikuran atau perayaan pasar malam tiap tahun digelar meenjelang hari raya lebaran guna memberi hiburan serta tontonan rakyat disamping upaya untuk melestarikan budaya leluhur. Namun tampkanya perkembangan jaman serta peralihan lokasi maleman yang semula berada di alun - alun Klaten dan kini pindah di komplek GOR Gelarsena membuat pasar malam ini semakin sepi karena mulai kehilangan rohnya.

Kepala Disbubpora Klaten Joko Wiyono mengakui jika perayaan maleman tahun ini sedikit berbeda dengan tahun lalu. Hal tersebut dikarenakan waktu pelaksanaan perayaan bertepatan tahun ajaran baru. Sehingga banyak orang tua sibuk mencarikan sekolah termasuk termasuk fokus mencari beaya sekolaah anaknya.
Sekda Klaten Joko Sawaldi didampingi Kepala Disbubpora Joko Wiyono
“Saat ini memang beda dengan tahun lalu. Tapi saya optimis menjelang H-10 suasana maleman mulai ramai dikunjungi wisatawan lokal termasuk para pemudik. Saya bisa memahami kondisi seperti ini, karena waktunya bersamaan dengan kesibukkan mereka mencarikan sekolah anaknya”, ujar Joko.  

Sementara itu Bupati Klaten Hj Sri Hartini dalam sambutannya yang dibacakan Setda Klaten Joko Sawaldi menegaskan perayaan maleman tidak sekedar menampilkan hiburan, namun tradisi maleman adalah upaya melestarikan budaya leluhur yang sudah ada sejak jaman dulu. Banyak nilai dan pelajaran yang dapat kita petik dalam perayaan maleman. Untuk menjadi tanggung jawab kita semua untuk melestarikan tradisi maleman yang digelar setiap lebaran.

“Tradisi perayaan malemen, bukan sekedar menyuguhkan hiburan pada masyarakat. Namun tetap menggelar pasar malam atau malam slikuran, adalah upaya melestarikan budaya nenek moyang yang kaya akan nilai nilai luhur. Untuk itu menjadi tanggung jawab kita semua tetap melestarikan budaya tradisional yang masih ada saat ini agar tidak punah terdesak oleh budaya asing”, tegasnya. (tev)   
Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...