Pasar Gede Klaten Bebas Sampah. Pelan Tapi Pasti, Sampah Mulai Terurai.

Petugas tengah membersihkan sampah di pasar gede klaten
Klaten Mattanews.com – Setelah terhenti beberapa saat, pengambilan sampah dari TPS (tempat pembuangan sementara) di beberapa titik di kota Klaten sudah mulai dilakukan. Untuk sementara pihak PU Klaten bekerjasama pemerintah desa, warga dan unsur terkait mulai melakukan pembuangan sampah di Desa Ngawen, Klaten Jawa Tengah.

Dilahan tanah desa yang berbentuk kubangan sungai mati ini diharapkan mampu menampung sampah sementara hingga terbangunnya TPA Troketon Pedan. Sementara dipasar Gede (tiga lantai) gunungan sampah setinggi 3 meter sudah bersih disapu bego. Dengan mengerahkan 4 unit truk sampah dan bego pengambilan sampah di pasar gede memerlukan waktu dua hari.

“Alhamdullilah mas, sejak Selasa kemarin sampah sudah mulai diambil petugas kebersihan PU Klaten. Sepuluh truk sampah berhasil diangkut. Mudah-mudahan keadaan cepet normal seperti semula sehingga pedagang dan pengunjung pasar tidak terganggu dengan bau busuk sampah”, demikian ditegaskan Badarudin kepala pasar gede Klaten.

Menurut Badar kondisi pasar sempat sepi, terutama kegiatan disekitar lokasi tempat sampah. Banyak pedagang yang tutup karena tidak ada pembeli. Sementara pembeli sendiri enggan datang karena aroma bau dan belatung sampaah ada dimana-mana. Sehingga dirinya berharap proses pembuangan sampah bisa normal kembali, sehingga kegiatan pasar menjelang lebaran bisa lancar.
Truk dam dan bego dikerahkan guna membersihkan sampah di pasar
Kondisi serupa juga dialami di beberapa tempat dan pasar lainnya. Seperti dipasar Induk Srago, tumupkan sampah yang sudaha bertahan selama 2 minggu berhasil diangkut dan kondisi pasar kembali normal. Hal sama juga dialami di RSUD Bagas waras Klaten Limbah non medis yang numpuk dibelakang rumah sakit saat ini sudah bersih.

Kepala  Bidang Kebersihan dan Pertamanan M.Shodiq menjelaskan, pembuangan sampah di Ngawen sifatnya sementara dengan jam kirim juga terbatas. Disini petugas kebersihan hanya bisa mengangkut sampah mulai pagi hingga jam 3 sore. Sisitim yang dilakukanpun dengan pola buang tutup. Artinya usai sampah dibuang, ada petugas yang langsung menutup tumpukan sampah tersebut dengan tanah, sehingga mampu mengeliminir polusi bau dan lainnya.

“Kita langsung menutup sampah yang baru datang dengan tanah mas, agar tidak menimbulkan pencemaran lingkungan terutama masalah bau. Selain itu kita terus melakukan upaya lain, sehingga dilokasi jangan sampai berkembang lalat, untuk itu sampah juga perlu kita semprot atau kita beri gamping”, ujarnya.(red)
Share on Google Plus

Salam Unknown

1 komentar:

  1. Kampungku bareng rabu kemarin sampah juga mulai diangkut.... mudah2an selanjutnya tidak ada kendala lagi dan tercipta win-win solution.

    ReplyDelete

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...