Bupati Hj Sri Hartini Kunjungi Korban Banjir Di Desa Bener. Sekaligus Serahkan Bantuan

Bupati serahkan sembako bagi para korban banjir desa Bener Wonosari
Klaten Mattanews.com – Bupati Klaten Hj Sri Hartini Senin pagi ( 20/6) mengunjungi warga yang terkena banjir di desa Bener, Kecamatan Wonosari, Klaten Jawa Tengah. Selaian melihat secara langsung kondisi warga usai di terjang banjir orang nomor satu tersebut juga menyerahkan bantuan berupa sembako untuk warga setempat.

“Kita wajib bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena kita masih dilindungi, diberi keselamatan dan sehat. Musibah kemarin tidak sampai merenggut jiwa dan mengakibatkan kerusakan yang cukup parah. Untuk itu saya minta agar warga selalu hati-hati dan meningkatkan kewaspadaannya, apalagi jika turun hujan lebat. Karena kalian yang ada di sini, berada di wilayah rawan banjir apalagi jika musim penghujan, karena berada tak jauh dari aliran sungai Bengawan Solo”, ujar Bupati.

Kepada tim SAR, Relawan, TNI/Polri dan BPBD, Bupati meminta agar terus memantau kondisi lapangan, apalagi jika turun hujan dengan intensitas tinggi. Karena hanya dengan cara ini korban atau kerugian akibat banjir bisa kita hindari atau di minimalisir.

Sabtu malam ( 19/6) wilayah Klaten memang diguyur hujan lebat lebih dari setengah hari. Akibat kejadian tersebut 60 rumah warga di Desa Bener terendam air hingga ketinggian satu meter. Tiga desa yang mengalami kondisi cukup parah ialah dukuh Tegalrejo, dukuh Bener, dan Kruken.
Padi siap panenpun teredam luapan sungai Brambang
Menurut salah satu perangkat desa Bener banjir yang sempat menggenangi rumah warga terjadi karena meluapnya sungai Brambang yang bermuara di hulu sungai Bengawan Solo (Dengkeng). Karena kondisi air sungai Bengawan Solo naik, maka air dari sungai Brambang tidak bisa masuk akhirnya tumpah menggenangi desa disekitarnya.     

“Sejak sore warga dibantu tim SAR dan BPBD Klaten, TNI/Polri dan relawan sudah melakukan pematauan dilokasi. Air mulai masuk keumah warga sekitar pukul sebelas malam. Karena kondisinya meghawatirkan, maka kita putuskan warga diminta untuk mengungsi ketempat aman”, ujarnya.

Desa Bener sendiri sebenarnya berjarak sekitar 150 meter dari sungai Bengawan Solo (Dengkeng). Sementara dari catatan desa, kejadian Sabtu malam adalah persitiwa yang kedua, dimana pristiwa yang cukup banyak memakan korban terjadi sekitar tahun 2010.  (hug)
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...