Bupati Klaten Hj Sri Hartini Kunjungi City Tour SMP Santa Ursula Jakarta Di Lereng Merapi Sidorejo.

Bupati Klaten Hj Sri Hartini bersama siswi SMP Santa Ursula Jakarta
Klaten Mattanews.com – Ditengah kesibukan jadual kegiatan yang padat Bupati Klaten Hj Sri Hartini Rabu (1/5) menyempatkan diri berkunjung ke desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang, Klaten Jawa Tegah untuk melihat langsung kegiatan siswi SMP Santa Ursula Jakarta yang melakukan city tour (retret) di desa Sidorejo Kemalang selama 3 hari. Didampingi Kepala Dinas Pendidikan Klaten Pantoro Bupati beberapa kali memasuki rumah penduduk yang dijadikan tempat tinggal mereka selama di Kemalang.

“Banyak pesan dari Klaten yang dapat kita sampaikan lewat meraka. Keramah tamahan penduduk, keindahan alam lereng merapi, serta budaya dan kesenian yang mereka dapatkan selama disidorejo akan terbawa ke Jakarta. Inilah pesan yang secara tidak langsung telah mempromosikan keindahan alam lereng Merepi sebagai obyek wisata yang layak dikunjuni. Karena sepulang dari sini mereka akan bercerita banyak tentang Klaten khususnya daerah lereng Merapi yang memang memiliki keindahan luar biasa”,

Dalam kunjungan yang sengaja dikemas mendadak ini para guru dan siswi SMP Santa Ursula begitu antusias menyambut orang nomor satu di Klaten. Mereka atak menyangka keberadaanya di pelosok desa akan dikunjungi Bupati. Sehingga dalam beberapa kali kesempatan dirumah yang mereka tempati suasana hangat dan bangga tampak diwajah para siswi.
4 Kilometer Jalan menuju puncak lereng Merapi
“Ada perasaan bangga yang luar biasa dalam hati ini, karena kita tak menyangka akan didatangi seorang Bupati ditempat seperti ini. Ini pengalaman pertama kali saya bertemu dan berjabat tangan dengan Bupati mas”, ujar salah satu siswi.

Beberapa pesan dan kesan dari siswi dan guru pembimbing terlontar sangat menyayangkan keindahan panorama alam lereng Merapi yang belum tersentuh. Padahal menurut mereka jika digarap sebagai obyek wisata, keindahan alam Sidorejo dengan latar belakang gunung Merapi, desa yang hanya berjarak 4 kilometer dari puncak Merapi ini tidak kalah dengan obyek wisata pengunungan lainnya seperti Kaliurang, Tawangmangu atau puncak Bogor.

“Mengapa Pemda tidak melihat ini sebuah potensi yang layak menjadi asset ekonomi wisata yang luar biasa. Keindahan Gunung Merapi dengan segala legenda ceritanya adalah potensi dan maghnet yang luar biasa untuk dijual sebagai produksi wisata yang menjual”, ujar alah satu guru pembimbing SMP Santa Ursula.

Selama 3 hari melakukan city tour para siswi SMP Santa Ursula tinggal dirumah-rumah penduduk. Mereka dilepas untuk dapat berinteraksi dengan kegiatan kehidupan penduduk di pedesaan sehari-hari. Seperti ikut mencari rumput diladang, memberai makan ternak sapi, makan, minum dan tidur sama seperti yang dilakukan oleh penduduk. Ini merupakan bagian dari pendidikan mental, aqlak serta budi pekerti, agar mereka bisa merasakan betapa berat kehidupan saudara mereka yang ada di pedesaan atau pegunungan jauh dari bising metropolitan.(tev/jul)
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...