Sudirno: Berangkat Pagi Pulang Malam. Sehari Seratus Tanda Tangan, Demi Anak Bisa Sekolah.

Sekretaris Dinas Pendidikan Klaten H. Sudirno
Klaten Mattanews.com – Siapa yang tak kenal sosok yang satu ini. Supel, ramah, cekatan, lincah walau sedikit “keras” jika sedang marah. Itulah Sudirno mantan pengawas yang kini menjabat sebagai sekretaris Dinas Pendidikan Klaten.

Bagi kalangan pendidik di Klaten sosok “nyentrik” yang satu ini memang sangat begitu dikenal. Demikian pula dengan dunia pendidikan di Klaten khsusunya apa yang ada Dinas pendidikan Klaten. Kemampuannya bermanuver dan melakukan inovasi telah banyak melahirkan kreativitas positip yang dapat dirasakan para pendidik.

Banyak “kebijakan” atau langkah istri Hj Mulyatimah anggota DPRD Klaten dari PDI Perjuangan  ini yang kadang membuat orang tercengang. Sesuatu yang kontroversional banyak diartikan “negatif” oleh orang lain terutama mereka yang tidak suka padanya. Namun semua tak pernah di “gagas”. Dirinya tak pernah peduli dengan semua itu. Yang penting semua kemampuan dan inovasi yang diambil bagian dari upaya memajukan dan meningkatkan mutu dunia pendidikan di Klaten.

“Banyak yang mengatakan saya orangnya temperamental sering marah dan mengambil langkah atau melakukan sesuatu yang sulit diterima teman-teman. Dan akhirnya mereka mengembuskan dengan isu-isu negatif. Tapi saya tak pernah ambil pusing dengan semua itu. Yang jelas apa yang saya lakukan demi memajukan dunia pendidikan Klaten”, ujarnya saat bincang-bincang buka bersama dengan Mattanews dikediamannya Kalikebo, Trucuk Klaten.

Dengan posisi jabatan sebagai sekretaris pendidikan, saat ini penggemar motor trail ini memang tidak leluasa saat masih menjabat sebagai Kabid. Selain tidak bisa kemana-mana, setiap hari kini dirinya harus menanda tangani minimal seratus surat yang menumpuk dimejanya. Praktis dengan kesibukan ini dirinya jam 07.00 harus sudah duduk dibelakang meja dan pulangpun setelah kantor sepi alias sore hari.

“Jam tujuh pagi saya harus sudah sampai kantor dan tidak bisa kemana-mana setumpuk surat baik  ijasah, piagam dan surat lainnya harus saya tanda tangani dan itu tidak bisa ditunda. Kalau saya tunda kasihan mereka karena ijasah, piagam atau surat keterangan diperlukan untuk cari sekolah. Makanya dikamar ini saya siapkan tikar, kalau capek mending istirahat dikantor dari pada pulang”, ujarnya.

Jelang penerimaan siswa baru kesibukan pak Dirno memangg luar biasa. Ratusan ijasah dan piagam serta surat keterangan harus ditanda tangani setiap hari. Semua dilakukan dengan enjoy, iklas dan senang hati. Menurutnya apa yang dilakukan bagian dari ibadah demi suksesnya anak-anak meneruskan sekolah.

Ketika disinggung dengan posisinya saat ini dan issu mutasi para pejabat yang akan dilakukan Bupati nanti, dengan tegas dirinya siap menerima apa yang akan dilakukan Bupati, dan tidak akan pernah minta jabatan.” Jabatan itu amanah mas, dimana dan kapan saja saya siap mengemban karena itu tanggung jawab dan ibadah. Saya diganti, dicopot atau dipromosikan semua kewenangan Bupati. Jika memang Beliau yang memerintah dan menghendaki saya dipensiun, saat ini juga saya siap”, ujarnya.(tev)
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...