Angin Segar Dari Gemampir. Warga Mendukung Adanya TPA.

Sumijo dan rekan,  mendukung adanya TPA di Gemampir
Klaten Mattanews.com – Masalah menggunungnya sampai di Klaten mulai terurai. Disaat beberapa desa menolak TPA, seperti Troketon dan Gantiwarno, Pemda mendapatkan lahan di desa Miri Kecamatan Ngawen Klaten untuk pembuangan sampah sementara. Dan kini giliran warga Desa Gemampir, Kecamatan Karangnongko, Klaten Jawa Tengah menyatakan siap membantu Pemkab Klaten dengan menerima pendirian TPA (Tempat Pembuangan Akhir) di wilayahnya. Sekitar 4,7 hektar lahan yang jauh dari pemukiman telah disediakan dan siap digunakan jika Pemkab Klaten menghendaki.

“Kita siap membantu program pemerintahan Ibu Hartini. Dan salah satu bentuk kepedulian warga Gemampir dalam nyengkuyung pemerintahan yang sekarang ialah rela menyediakan lahannya untuk keperluan TPA. Hanya ini yang bisa kita berikan pada Pemda sebagai bentuk kepedulian warga Gemampir mendukung semua program Bupati Sri Hartini dalam memimpin Klaten 5 tahun kedepan”, demikian ditegaskan Sumijo warga salah tokok masyarakat Desa Gemampir didampingi beberapa warga lainnya saat menemui Mattanews.

Menurut Sumijo selama ini warga Gemampir khususnya dirinya juga juga memiliki lahan untuk dijadikan TPA tidak pernah menolak adanya TPA diwilayahnya. Bahkan warga sangat mendukung program pemerintah demi maju dan sejahteranya warga Klaten. Sehingga dirinya menepis dan menolak keras jika ada pemberitaan di berbagai media termasuk Mattanews yang menyatakan warga Gemampir menolak TPA.

Menurut Sumijo beberapa wakatu lalu memang sempat ada pembuangan sampah di Gemampir dan itu hanya berjalan beberapa saat. Pembuangan memang sempat dihentikan sementara karena belum ada kejelasan perjanjian kesepakatan dari Pemda tentang penggunaan lahan.” Tidak benar jika ada berita warga Gemampir menolak TPA, Justru kami mendukung dan mempersilahkan Pemda Klaten punya TPA di Gemampir. Warga hanya butuh sosialisasi dan kejelasan perjanjian kesepakatan, agar kedepannya semua bisa berjalan mulus tanpa hambatan”, tegasnya.
Anggota DPRD Klaten saat sidak di TPA Gemampir
Saat ini lanjut Sumijo semua warga Gemampir termasuk seluruh perangkat desa dan warga sekitar kondusif dan bisa menerima dan memahami persoalan sampah di Klaten. Sehingga dengan niat baik dan tanpa ada tekanan dari manapun, warga menerima bahkan saat ini meminta agar Pemda dalam hal ini dinas PU segera memberi kejelasan dan kepastian tentang penggunaan lahan tersebut, termasuk melakukan sosialisasi pada warga, agar warga lebih mantap dan mendukung program tersebut.

Sementara itu sumber di Pemda mengatakan rencana pembuatan TPA di Gemampir Karangnongko masih dikaji dan di pelajari lebih mendalam, agar tidak menimbulkan masalah dikemudian hari. Tapi pada intinya Pemda siap dan berterima kasih atas kesadaran warga Gemampir menyediakan lahan. Namun semua harus menunggu agar proses kajiaannya agar semua  bisa berjalan tanpa harus menabrak aturan.

“Kami kira Gemampir tetap menjadi salaah satu pilihan kita, karena kita akan mencari TPA lebih dari 4 titik. Jika sekarang sudah ada di Ngawen dan Troketon dalam proses dan kini di Gemampir ada, itu lebih baik. Dan kita akan secepatnya merespon apa yang menjadi keinginan warga disana”, ujar sumber.

Sementara Kabid kebersihan dan Pertamanan PU Klaten M. Sodiq menegaskan di TPA nantinya akan dibangun mesin pengolah sampah yang bisa menghasilkan kompos dan lainnya. Sehingga disana nanti justru bisa menyerap tenaga kerja dan lahan produktif bagi warga setempat. (tev)

Keterangan: foto diatas sekaligus ralat atas kesalahan pemasangan foto pada berita sebelumnya. Atas kesalahan tersebut redaksi mohon maaf.


  
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...