Woro Subaningsih Kepala Sekolah Teladan, Anak Polisi Yang Gagal Jadi Dokter.

Dra Woro Subaningsih MSi Kepala Sekolah SMPN II Klaten
Klaten Mattanews.com – Dra Woro Subaningsih Msi. Siapa yang tak kenal dengan sebutan nama ini, khususnya mereka yang berkecimpung di dunia pendidikan, baik di Klaten atau sekitarnya. Sebuah nama yang cuku melegenda dan familier ditelinga warga Klaten khususnya kaum pendidik dan anak-anak karena beliau adalah sosok Kepala Sekolah yang penuh prestasi namun tidak pernah minta jabatan, sehingga sering ngendon jika menjabat sebagai kepala Sekolah.

Dra Woro Subaningsih Msi saat ini menjabat sebagai Kepala sekolah SMP Negeri II Klaten. Suami Drs H. Marfai ini memang dikenal sosok pendidik yang sarat dengan prestasi spektakuler. Padahal sejak kecil beliau benci menjadi guru karena bercita-cita menjadi seorang dokter. Namun karena “salah profesi” inilah, dirinya justru banyak berjasa dalam memajukan dunia pendidikan di Klaten.

“Saya anak polisi mas. Dan sejak kecil cita cita saya jadi dokter. Saya benci jadi Guru tapi nggak tahu yang saya benci justru melekat dan ada pada diri saya. Terbukti sejak masih sekolah saya sudah mendapat SK menjadi guru dan saat itu gelar saya masih Sarjana Muda (BA). Ternyata saya memang ditakdirkan untuk menjadi seorang pendidik”, ujarnya saat menerima Mattanews diruang kerjanya Sabtu (7/5).
Saat dampingi  Bupati Klaten makan siang
Menjadi guru dialami ibu tiga orang anak ini sejak tahun 1980. Saat itu beliau mengajar di sekolah SMP sore. Diusia yang masih 19 tahun dirinya sudah mulai menekuni dunia pendidikan yang semula sangat tidak disukainya. Ibarat pepatah Tresno jalaran soko kulino, dirinyapun mulai enjoy dan menikmati menjadi guru hingga menerima SK pertama kali ditaun 1983. Sejak itulah sosok dari 7 bersaudara ini bertekad ingin mengabdi pada nusa dan bangsa lewat dunia pendidikan.

Jabatan Kepala sekolah pertama diterima atahun 1997, setelah sebelumnya dia mengajar di SMP Negeri II Karanganom. Sejak itu karier sosok yang dikenal sebagai guru “Killer” namun sportif ini mulai melejit dan diperhitungkan oleh kawan dan teman sejawat.

Karana prestasi dan kegigihannya dalam memajukan dunia pendidikan, pada tahun 2002 hingga 2008 beliau dipercaya sebagai Kepala Sekolah di Karanganom. Enam tahun menjadi kepala sekolah di Karangnom telah banyak membawa perubahan disekolah tersebut. Baik mutu kualitas pendidikan, mental dan budi pekerti anak hingga loyalitas dan kedisiplinan para pengajar. Sehingga tak heran banyak prestasi diraih sekolah ini di masa kepemimpinnya.

Banyak guru dan teman sejawat “meri” dan kurang suka melihat kesuksesan dirinya. Apalagi dirinya selalu lama dalam menduduki kursi Kepala sekolah. Seperti menjadi kepala sekolah SMP Negeri Karanganom mulai dari tahun 2002 hingga 2008. Apalagi kini dirinya menjadi Kepala Sekolah SMP Negeri II sejak tahun 2008 hingga sekarang ( 8 tahun).
Saat menerima ucapan selamat dari Bupati Klaten Hj Sri Hartini SE
“Demi Tuhan mas, sejak dulu sampai sekarang saya tidak pernah minta-minta jabatan. Jika saya dipercaya oleh pimpinan untuk menjadi Kepala Sekolah, bagi saya itu amanah dan pengabdian. Tapi jika pimpinan tidak menghendaki, kapanpun saya siap untuk melepas jabatan. Yang jelas apa yang saya lakukan adalah implemetasi dari sebuah pengabdian dan kecintaan saya pada dunia pendidikan di Klaten”, ujarnya.

Apa yang dilakukan sosok kepala sekolah yang dikenal tegas, disiplin dan profesional ini memang patut dibanggakan. Sejak dijabat olehnya SMP Negeri II yang dikenal sebagai sokolah favorite atau sekolah piyayi, mampu menyabet berbagai prestasi ditingkat Nasional dan Internasional.(get/red)
     
Share on Google Plus

Salam mattanes

2 komentar:

  1. Luuuuaaar Biaaasaaaa.
    Waktu di SMP N 2 Karang Anom, saya diajar beliau mata pelajaran Biologi.
    Lanjutkan....
    Salut dan angkat topi untuk Bu Woro.
    Salam kami dari alumni 96.

    ReplyDelete
  2. Meski semua bilang beliau guru killer, tp didikan beliaulah salah satunya yg bisa membuat saya mjd berhasil di dlm hidup ini

    ReplyDelete

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...