Umbar Pranoto Penyiksa Bocah 5 Tahun Terancam Hukuman 7 Tahun Penjara.

Ilustrai kekerasan terhadap anak
Klaten Mattanews.com – Umbar Pranoto (35) warga dukuh Kemit, Desa Pepe, Kecamatan Ngawen, Klaten jawa Tengah pelaku penganiayaan Fro anak yang masih berumur 4 tahun terancam hukuman 7 tahun penjara karena melanggar UU perlindungan anak, tentang kekerasan pada anak. Dalam gelar perkara di Mapolres Klaten Jum’at (27/5) pelaku mengaku nekad melakukan perbuatan tersebut karena kesal dengan kenakalan sang anak. Namun demikian dia juga sempat menyangkal beberapa tuduhan yang ditujukan pada dirinya.

Sementara kondisi Fro bocah malang yang masih berusia 5 tahun kini dalam keadaan dipresi dan tertekan. Ada semacam rasa ketakutan dan trauma dalam wajahnya mengingat siksaan serta perlakuan pelaku yang rencananya akan menjadi bapak tirinya tersebut.

“Kita akan usut kasus ini hingga tuntas, apalagi yang menjadi korban anak balita. Untuk itu kita telah merintahkan Kasat Reskrim melakukan penyidikan dan secepatnya melimpahkan kasus ini pada Kejaksaan, agar pelaku menerima hukuman atas perbuatannya. Pelaku terancan hukuman 7 tahun penjara dan melanggar UU perlindungan anak”, demikian ditegaskan kapolres Klaten AKBP Faizal.

Umbar Pranoto pelaku yang konon bekerja disalah satu LSM di Klaten ini mengaku nekad melakukan hal tersebut karena tidak suka dengan perilaku korban. Nakal dan ngglidik yang membuat dirinya sering kalap dan akhirnya nekad berbuat kasar pada calon anak tirinya. Namun terkait tuduhan memberi makan dan minum dengan kotoran dan air kencing tidak diakuinya.  

Pelaku adalah mantan pacar Wulan (32) ibu bocah malang warga desa Kwaren, Kecamatan Ngawen, Klaten. Setelah mereka bertemu pelaku mencoba merayu Wulan yang sudah menjada beranak satu untuk hidup bersama. Dan sebagai rasa simpati dirinya menawarkan diri untuk merawat anaknya. Ahirnya pelaku mendatangi rumah kontrakan wulan di desa Karanganom Klaten utara untuk diasuhnya.

Namun tampaknya semua hanya trik “buaya” mencari mangsa. Terbukti anak yang seharusnya mendapat kasih sayang seorang ayah, justru disiksa hingga luka bakar dan bekas gigitan tampak disekujur tubuh. Tak hanya itu pelaku juga memberi makan dan minum korban dengan kotoran dan air seninya sendiri yang sudah ditampung didalam botol. (red/jul)
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...