Terjadi Di Klaten. Anak 5 Tahun Disiksa dan Disuruh Makan Kotoran dan Kencingnya Sendiri.

AKBP Faizal Kapolres Klaten
Klaten Mattanews.com – Aksi biadab kembali terjadi di Klaten. Kali ini menimpa sosok bocah malang Fro (5) warga dukuh Kwaren, Desa Kwaren, Kecamatan Ngawen, Klaten Jawa tengah. Fro disiksa P (35) calon ayah tiri hingga luka disekujur tubuh. Tak hanya itu Fro dikasih makan minum kotornnya sendiri. Jika menangis mulutnya diplester dengan lakban.

Kapolres Klaten AKBP Faizal membenarkan kejadian tersebut. Dirinya telah memerintahkan Kasat Serse untuk segera melakukan penyelidikan serta penyidikan kasus tersebut hingga tuntas. “ Kemarin kita masih konsentrasi kasus Jatinom. Kasus ini saya sudah mendapat laporan dan telah saya perintahkan reskrim mengungkap penganiayaan sadis ini”, tegasnya.

Ditemui dikediaman orang tuanya, Wulan(32) orang tua Fro menjelaskan saat ini kondisi anaknya lemah dan sering menangis. Dirinya tak mengira kalau P nekad melakukan perbuatan sadis pada anaknya. Karena anaknya sudah menjadi korban kekerasan dan mengalami dipresi mental, dirinya melaporkan kejadian tersebut pada polisi.“Kasus ini sudah saya laporkan pada pihak berwajib. Saya dan keluarga berharap polisi segera menindak pelaku karena telah berbuat sadis dan memperlakukan anak saya seperti hewan”, ujarnya.

Menurut Wulan dirinya bertemu P warga Dukuh Kemit.Desa Pepe, Kecamatan Ngawen Klaten sejak Oktober tahun 2015. Dari perkenalan itu dia mengutarakan maksudnya akan menikahi dirinya dan merawat anaknya. Karena sudah ada hubungan baik dan tidak ada firasat apa-apa, Sekitar bulan April 2016 P datang ke rumah kontrakkanya di Desa Karanganom Mudal Klaten Utara untuk menjemput anaknya.

Namun alangah terkejutnya ketika dirinya datang dari kerja, mendapatkan anaknya dalam keadaan kuyu dan sering merintih. Dirinya semakin terperanjat saat akan memandikan sang buah hati, karena sekujur tubuh anaknya penuh luka dan memar hitam bekas pukulan.

Saat itu anaknya menceritakan jika selama dirawat P setiap hari harus makan kotorannya sendiri dan minum air kencingnya sendiri yang sudah dimasukkan dalam botol. Keterangan anaknya sontak  dirinya menangis dan marah. Saat itu juga dirinya melaporkan P kepada pihak berwaji.”Saya dan keluarga minta polisi menindak dan menghukum pelaku seberat-beratnya sesuai perbuatan bejatanya”, ujar Wulan ditemani kedua orang tuaya.(neo)

Share on Google Plus

Salam Unknown

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...