Siapa Aktor Yang Bermain Dibelakang "Penyerobotan" Tanah Desa Oleh PKU Muhammadiyah.

RS PKU Delanggu Klaten Diduga Serobot tanah kas desa.
Klaten Mattanews.com - Perselisihan warga Sabrang, Delanggu dengan PKU Muhamadiyah Delanggu terkait penyerobotan sebagian lahan kas desa Sabrang oleh PKU Muhamadiyah Delanggu untuk bangunan baru, terus berlanjut. Permasalahan tersebut tak kunjung usai karena pihak PKU Muhamadiyah tidak punya itikat menyelesaikan permasalahan yang sudah berlangsung tahunan lalu.

Menurut keterangan warga Sabrang, di saat kepemimpinan kepala desa yang lalu sebelum Rohmat Wiyono, telah terjadi transaksi penjualan lahan kas desa di bawah tangan antara kepala desa Sabrang dan PKU Muhamadiyah Delanggu. Dan kejadian tersebut di ketahui oleh sebagian warga setelah adanya pengembangan bangunan oleh PKU.

Di ceritakan oleh Yuli warga desa Sabrang, pada awalnya warga tidak mengetahiu mengenai pembelian lahan kas desa oleh PKU Muhamadiyah Delanggu, penjualan tanah kas desa tersebut baru di ketahui setelah terjadinya pembangunan gedung baru.

Menurut Yuli, pada saat dirinya masih aktif sebagai BPD melihat PKU menggunakan lahan kas desa untuk menumpuk bahan bangunan. Dengan adanya tumpukan matrial bangunan di lahan produktif milik desa Sabrang, ia bersama beberapa rekannya mendatangi kontraktor yang melaksanakan pembangunan PKU untuk menanyakan ijin pegunaan lahan. Namun kontraktor mempersilahkan kepada warga Sabrang untuk menanyakan hal tersebut kepada pihak PKU, karena pihaknya hanya sebagai penggarap.

“Saat itu kami selaku BPD dan perangkat pemerintahan desa Sabrang tidak pernah di mintai ijin terkait penggunaan lahan kas desa untuk menaruh bahan matrial” ujar Yuli. Dari kejadian itu sambung Yuli, baru di ketahui bahwa lahan tersebut telah di beli oleh pihak PKU, dan penjualan lahan tersebut tanpa di ketahui oleh perangkat desa maupun oleh BPD.

Pada saat itu warga dan BPD mendesak mantan lurah untuk mengembalikan lahan tersebut dan menutut PKU untuk memberikan kopensasi terkait penggunaan lahan kas desa untuk menaruh bahan matrial bangunan. Akhirnya warga mendapat konpensasi termasuk tanah tersebut kembali menjadi kekayaan desa Sabrang.

Setelah beberapa waktu berlalu, usai pembangunan gedung dan lahan parkir PKU, di sinyalir luasan lahan kas desa Sabrang berkurang karena  pihak PKU telah mendirikan bangunan melebihi batas dan menjorok di atas lahan tanah kas desa Sabrang.

Terkait dengan penjualan kas desa ke PKU Muhamadiyah Delanggu, kepala desa Sabrang  Rohmat Wiyono,tidak tahu menahu, karena di lakukan oleh kepala desa sebelum dirinya, namun dirinya membenarkan adanya tuntutan warga Sabrang ke pemerintah desa  untuk mengklarifikasi terkait permasalahan berdirinya bangunan PKU di atas lahan tanah kas.

“Kami sudah lakukan pemanggilan terhadap PKU terkait desakan warga untuk mengklarifikasi permasalahan tersebut, namun dalam pertemuan tersebut belum terjadi kesepakatan. Dan warga menghendaki untuk di lakukan pemanggilan lagi” jelas Rohmat Wiyono kepala desa Sabrang. (lal)

Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...