Peringati Hardiknas, PBMTI MPD Klaten Santuni 25 Anank Yatim dan Duafa.

Ketua PBMTI Klaten santuni anak yatim dan duafa
Klaten Mattanews.com - Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional dan Isra Mikraj Nabi Muhammad Saw, Perhimpunan Baitul Maal Wam Tamwil Indonesia (PBMTI) Majelis Pengurus Daerah (MPD) Klaten menggelar aksi bersama di pendapa Pemkab Klaten, Kamis pagi (5/5). Selain menyalurkan 250 paket beasiswa, dalam kegiatan tersebut juga diisi motivasi akbar.

Ketua PBMTI MPd Klaten, H Ma'mun Murod SAg menyatakan keprihatinan terkait masih banyaknya anak putus sekolah dan siswa yang di bawah garis kemiskinan di Klaten. Keprihatinannya bertambah manakala melihat perbedaan data antara Dinas Pendidikan (Disdik) Klaten dan Badan Pusat Statistik (BPS) Klaten. Lebih lanjut Ma'mun Murod mengatakan,sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) Klaten, Pada tahun 2014 jumlah anak putus sekolah ada 1513 anak dan tahun 2013 ada 2445 anak.

“Informasi anak putus sekolah memang berkurang menurut BPS Klaten. Tapi anehnya data Disdik Klaten berbeda dengan data BPS Klaten. Dan salah satu faktor utama putus sekolah ada faktor kemiskinan, broken home, dan yang lebih parah lagi anak dipaksa orangtuanya untuk bekerja," ujar Ma'mun Murod.

Lebih lanjut Ma'mun Murod menegaskan kepedulian PBMTI MPD Klaten terhadap dunia pendidikan akan selalu dikobarkan.  21 BMT jejaring PBMTI MPD Klaten berupaya ikut meringankan beban anak-anak sekolah dengan mentasyarufkan dana BMT yang dikelola.

Sementara itu, ketua panitia Robit Muhammad SAg didampingi sekretarisnya Supriyanto SE menjelaskan, keberadaan PBMTI MPd Klaten mentargetkan anak-anak putus sekolah yang ada di bawah naungan jejaring BMT MPD Klaten ini bisa diakses dalam perhatian. “Salah satu tujuan aksi akbar ini adalah untuk memotivasi siswa dhuafa dan orangtuanya raih cita-cita. Selain itu juga turut menciptakan iklim kondusif dunia pendidikan yang ada di Klaten ini,” jelas Robit.

Dalam aksi bersama ini diserahkan paket beasiswa berupa uang Rp100 ribu per bulan, sebuah tas 250 paket beasiswa kepada siswa yatim dan dhuafa."Terpenting, dengan aksi bersama ini bisa membangkitkan kesadaran, kecintaan dan semangat masyarakat dalam membantu, menyantuni dan sekaligus membina anak yatim dan dhuafa”, ujarnya.

Santi Kurnia Fatma (15 th), ,  Salah satu penerima beasiswa mengaku merasa senang. Siswi SMKN 1 Rota Bayat yang sudah dua tahun mendapat paket beasiswa tersebut berharap program ini dapat bermanfaat bagi siswa yang tidak mampu lainnya. (ndy)

 
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...