Pemerkosa Anak Sudah Masuk Klaten. Bocah Kelas VI SD Digilir 4 Rejama Hingga Pingsan

Ilustrasi pemerkosaan oleh 4 remaja asal Jatainom dan Tulung Klaten
Klaten Mattanews.Com -  Aksi kejahatan seksual terhadap anak kembali terjadi di tanah air. Kini giliran 4 remaja tanggung menggilir secara paksa (mawar) nama samaran hingga pingsan tak berdaya. Bocah yang masih duduk di kelas 6 SD ini dipaksa melayani nafsu bejat 4 ABG warga Tulung dan Jatinom Klaten Jawa Tengah ini tanpa jeda dibawah ancaman. Sebuah celana dalam , sprei berikut empat tersangka diamankan di Mapolres Klaten.

Perilaku bejat empat tersangka masing-masing Sulistyanto alias Tonto (17) warga Puluhan, Jatinom, Rudi Gunawan alias Heng (18) warga kr Joho, Keringan Kecamatan Tulung, Muh Hanif (16) Malangsari Tulung dan Yadi Setyawan (18) Sanggrahan Majegan Tulung, kesemuanya warga Klaten Jawa tengah, terjadi pada Rabu Sore ( 11/5) saat korban berada di rumah kakeknya di dukuh Sribit, Puluhan jatinom Klaten.

Sore itu sekitar pukul 16.00 rumah kakek korban yakni Gito Armanto digunakan para pelaku memasuki rumah dimana korban berada seorang diri. Didalam rumah yang hanya seorang diri itulah empat pelaku memaksa korban melayani nafsu bejat tanpa jeda. Dibawah ancaman akhirnya empat remaja tak bermoral ini akhirnya dengan leluasa menggilir Mawar hingga tak berdaya.

Usai melampiaskan nafsu setannya empat pelaku langsung meninggalkan korban begitu saja. Sementara Mawar yang tergeletak tak berdaya tanpa sehelai pakaian ditubuhnya ditemukan sang kakek yang baru saja pulang dari kerja. Kontana kejadian tersebut dilaporkan ke Mapolsek Jatinom dan diteruskan ke Mapolres Klaten.

Berdasarkan keterangan korban dalam waktu singkat empat remaja bejat tersebut berhasil diringkus aparat. Keempat tersangka dan barang bukti berupa sprai dan celana dalam kini diamankan sebagai barang bukti.”Semua sudah kita tangkap dan kini dalam proses penyelidikan untuk ditingkatkan menjadi penyidikan”, ujar Kapolres Klaten AKBP Faizal  kepada wartawan.(red)

Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...