M.Sodiq Pejabat Paling "Mumet" Se Pemda Klaten. Tak Pernah Lelah Urusi Sampah.

M.Sodiq Kabid Kebersihan & Pertamanan PU Klaten
Klaten Mattanews.com – Jika ada pemilihan pejabat di jajaran Pemda Klaten yang paling pusing (mumet) saat ini, mungkin sosok M. Sodiq yang akan keluar sebagaai pemenang. Maklum Kabid Kebersihan dan Pertamanan PU Klaten ini, sudah sejak sebulan lalu dipusingkan dengan masalah sampah.

Sampah yang menggunung, demo penolakan sampah, sulitnya cari TPS (Tempat Pembuangan Sementara) serta sikap warga yang hanya waton suloyo, membuat dirinya pusing tujuh keliling mencari solusi jalan keluar terbaiknya. Padahal Sampah harus segera dieksekusi agat tidak menimbulkan bau.

Banyak orang dengan sikap waton suloyo dan iku-ikutan menolak wilayahnya dijadikan tempat pembuangan sampah, walau jaraknya jauh dari pemukiman. Padahal Sampah akan menjadi komoditas produktif yang memiliki nilai ekonomi tinggi jika diberdayakan dengan benar. Briket, pupuk kompos, gas, listrik, serta industri kerajinan rakyat bernilai ratusan juta bisa tercipta dari daur ulang sampah.   

“Jujur mas saya pusing menghadapi masalah sampah. Namun saya tak pernah putus asa untuk menyelesaikan tugas dan tanggung jawab ini, karena memang sudah menjadi kuwajiban saya. Dan saya yakin dibalik puluhan penolakan sampah akan ada hikmah dan jalan yang bisa saya petik”, ujaranya saat bincang-bincang santi dengan Mattanews diobyek wisata Selo Boyolali. 
Traktor diterjunkan untuk atasi masalah di Klaten
Menurut Sodiq apa yang dilakukan warga menolak sampah bisa dimaklumi karena mereka belum tahu yang sebenarnya apa yang akan terjadi setelah dibangun tempat pengolahan sampah modern. Jika semua sudah terwujud dirinya yakin produksi sampah di Klaten akan kurang menyuplai kebutuhan mesin pengolah sampah. Dan disana akan banyak tenaga kerja terserap disamping banyak produk yang bisa menghasilkan uang seperti kompos dan lainnya.

Untuk itu dirinya yakin sikap warga tidak akan berkepanjangan dalam melihat sosok sampah dari sudut negatif. Walau dirinya juga tak menampik kadang demo penolakan akan tetap berjalan. Hanya pertanyaanya apakah itu murni kehendak rakyat atau demo “titipan”. Uang, waktu, dan tenaga tak pernah dipikirkan demi ngurusi sampah. Maka tak heran berangkat pagi pulang malam, wakatu dihabiskan untuk mengurai gunung sampah di Klaten.

Walau Pusing dan berat menghadapi tugas yang satu ini, namun sosok Sodiq tetap semangat dan yakin semua akan selesai sesaui target. Saat ini dirinya terus mengundang pihak ketiga seperti ITB Bandung, ITS Surabaya, UGM Yogyakarta bahkan pihak luar negeri untuk mengurai masalah sampah dengan tekhnologi temuannya. Perangkat dan teknologi manakah nanti yang cocok untuk menghadapi masalah sampah di Klaten itulah nanti yang akan digunakan untuk mengatasi sampah di Klaten.
( red/neo)

Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...