Klaten Ukir Sejarah Di Era Hj Sri Hartini. WTP Dalam Pertanggung Jawaban.

Bupati Klaten Hj Sri Hartini & Ketua DPRD Agus Riyanto saat terima piagam WTP
Klaten Mattanews.com – Sebuah prestasi prestesius diraih Klaten diawal pemerintahan Bupati Klaten Hj Sri Hartini SE. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia memberikan penilaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) kepada Pemkab Klaten dalam pertanggungjawaban pengelolaan keuangan daerah 2015. Prestasi tersebut kali pertama diraih klaten.  Sebuah prestasi yang telah lama ditunggu-tunggu karena hingga tahun 2014 laporan pertanggung jawaban selalu mendapat nilai (WDP) Wajar Denga Pengecualian.

Bupati Klaten Hj Sri Hartini SE bersama Ketua DPRD Klaten Agus Riyanto menerima langsung sertifikat keberhasilan tersebut di Semarang Senin (30/5) yang diserahkan BPK Republik Indonesia perwakilan Jawa Tengah. Selain Ketua DPRD Klaten Bupati juga didampingi Kepala Inspektorat Sahruna dan kepala DPPKAD Pemkab Klaten Sunarno.
 “Setelah bertahun tahun laporan pertanggung jawaban selalu berpredikat Wajar Dengan Pengecualian (WDP), kini dibawah duet kepemimpinan Bupati Sri Hartini dan Ketua DPRD Agus Riyanto predikat tersebut bisa kita hapus  dan kita ganti dengan raihan prestasi yang lebih membanggakan yakni Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Ini patus kita syukuri, karena hingga tahun 2014 laporan kita selalu WDP”, demikian ditegaskan Kepala DPPKAD Pemkab Klaten Sunarno.
Kepala DPPKAD Pemkab Klaten Sunarno
Raihan opini WTP tidak lepas dari upaya kerja keras yang dilakukan Pemkab Klaten. Pasalnya, selama ini setiap tahun Klaten selalu meraih penilaian opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP). Salah satu titik lemah sehingga Klaten di tahun-tahun sebelumnya hanya meraih WDP adalah pada pengelolaan aset daerah.
Sehingga pada tahun 2015 bidang aset dengan melalui proses panjang melakukan inventarisasi aset  aset yang seharusnya ada di Pemkab Klaten. Dan hasilnya angka inventarisasi bisa diterima BPK sehingga tahun ini Pemkab Klaten bisa naik kelas dengan mendapatkan opini WTP.
Menurut Sunarno Berbagai inovasi dilakukan. Pengelolaan aset di sejumlah dinas dan instansi besar menjadi salah satu fokus perhatian. Misalnya di Dinas Pendidikan, dimana barang dan aset yang dikelola instansi ini menyebar hingga ke pelosok desa. ”Berkat inovasi tiada henti serta kerja keras semua pihak, aset-aset itu kini terdata dengan baik dan bisa dipertanggungjawabkan. Dan ini adalah bagian dari perwujudan menuju Klaten yang maju mandiri dan berdaya saing.(get/now)


Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...