HET KAJORAN Akan Getarkan Bumi Panggang Lereng Merapi Di Penutupan TMMD Klaten.

Personil TNI dan tokoh seniman lokal berlatih sebelum pementasan
Klaten Mattanews.com – Sebuah Drama Kolosal dengan lakon HET Kajoran akan dipentaskan Satgas TMMD Reguler 96 Kodim Klaten dalam acara penutupan TMMD 1 Juni mendatang. Dengan menggandeng sangar seni Omah Wayang dan para seniman lokal serta masyarakat, pagelaran sosio drama ini akan menggambarkan kekejaman kolonial VOC pada rayat Indonesia di jaman penjajahan dulu.

Kapten Inf. Kusminin,  koordinator sosio drama “Het Kajoran”,  menjelaskan pementasan tersebut  sengaja digelar pada acara penutupan agar masyarakat tahu betapa beratnya penderitaan para pejuang bangsa ini dalam upaya meraih kemerdekaan dari tanagan penjajah. Disatu kegigihan para apejuang dan pahlawan hendaknya bisa menjadi motivator dan semangat rakyat untuk tetap mencintai bangsa ini dan mengisisnya dengan karya yang berguna bagi bangsa dan negara.

“Semangat luar biasa para pejuang dan pahlawan serta kekejaman yang dilakukan para penjajah hendaknya bisa membangkitkan jiwa nasionalisme dan patriotisme kita semua untuk tetag menjaga keutuhan NKRI dan berbakti pada nusa dan bangsa.”, tegasnya.

Menurut Kapten Kusminin HET Kajoran menggambarkan penderitaan rakyat Mataram atas kesewenang-wenangan   VOC, hingga akhirnya munculnya Pangeran Kajoran , Adipati Wiramenggala dan Trunajaya beserta rakyat Mataram mengadakan perlawanan (Perang) terhadap VOC.
Menjelang penutupan ibu ibu masih semangat membantu prajurit TNI/Polri
Wiranenggala akhirnya tertangkap,  dan dihukum tembak  meriam tetapi tidak mempan.  Bersatunya Pengeran Kajoran, Wiranenggala,Trunajaya dan rakyat Mataram Menggempur VOC, menyusul  terbunuhnya Wiramenggala

Ikrar Kesetiaan dan perlawanan terhadap segala bentuk penjajahan Pengeran Kajoran dan Trunajaya dengan Sang Saka Merah Putih berkibar dengan sumpah,  aku tetap setia tuhu marang Kamardikan kang sejati.   Sopo wae panguoso kang bakal ngrangsang TNI Manunggaling kawulo bakal dadi betengnge NKRI .  Sirnaning Yakso Katon Gapurening Ratu,   Rawe rawe rantas malang malang putung. (ndim/red)

Share on Google Plus

Salam Unknown

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...