Dengan Kondisi Memakai Oksigen dan Infus, Aubertha Ikuti Ujian Susulan.

Aubertha tengah mengerjakan soal UNBK dalam kondisi di infus dan beroksigen
Klaten Mattanews.com – Tiga siswi SMP Negeri I Klaten Jawa Tengah terpaksa harus mengikuti UNBK (Ujin Nasional Berbasis Komputer) karena menderita sakit. Ketiga siswi tersebut antara lain Aubertha Rahma Dinda dan Dinda Mariani keduanya kelas 9 F. Sedang Berliana Ayu di kelas 9 C. Mereka melakukan ujian susulan di ruang laborat dengan pengawasan seperti biasa, kecuali Aubertha yang juga harus didampingi dokter karena kondisinya belum stabil dan sempat pingsan.

Aubertha terpaksa harus mengikuti ujian karena saat sebelum pelaksanaan ujian mengalami kecelakaan. Akibat musibah tersebut putra Kabid Penunjang Medik dan non medik RSUD Bagas Waras Veronika Retno Setyaningsih SKM ini mengalami koma selama 10 hari dan patang tulang. Sedang Berliana mengalami demam tinggi dan Dan Dinda Mariani terserang chikungia.
Aubertha selalu didampingi dr Hanung guna mengontrol kesehatan anak.
Aubertha yang datang dan pulang harus menggunakan mobil ambulance serta didampingi dokter ini, sempat pingsan saat mengerjakan mata pelajaran Matematika dihari pertama mengikuti ujian susulan Senin (16/5). Namun berkat kesigapan dokter yang merawatnya kondisi tersebut bisa diatasi.

“Aubertha mengalami Post Confusio Cerebri (trauma kepala) dan Pst Grif (pemasangan plat dipaha kiri). Akibatnya yang bersangkutan akan mengalami drop jika pikirannya kencang atau spaneng. Untuk itu perlu rileksasi dan kondisi santai agar dalam proses mengikuti ujian susulan ini tidak mengalami drop lagi”, demikian ditegaskan dr Hanung Sasmito Wibowo dokter yang merawat Aubertha selama sakit.

Orang tua Aubertha, Veronika Retno menjelaskan dalam kecelakan tersebut anaknya sempat tidak sadar selama 10 hari. Sehingga hingga saat ini anaknya masih dirawat dirumah sakit.”Kondisi anak saya masih belum stabil mas, maka hingga saat ini masih dirawat dirumah sakit”, ujarnya.
Dinda Mariani didampingi guru pengawas tengah menggarap soal UNBK
Wakil kepala sekolah SMP Negeri I Klaten bidang kesiswaan Sagiman SPd membenarkan jika ada siswanya yang mengikuti ujian susulan karena sakit. Dalam hal ini sekolah tetap melaksanakan proses ujian sesuai ketentuan, walau waktu dan tempatnya tidak diruang kelas karena kondisi anak memang tidak memungkinkan.

“Untuk proses ujiannya sama dengan siswa lain, termasuk hal pengawasan dan waktu mengerjakan soal. Hanya tempat dan suasana yang berbeda, karena anak memang dalam ondisi yang tidak memungkin untuk duduk dikursi. Sehingga saat mengerjakan soal ujian dilakukan diatas tempat tidur agar tidak mengganggu konsentrasi anak. Kebetulan kepandaian ketiga anak ini diatas rata-rata”, jelasnya.(red/jul)  
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...