Sampah Menggunung di Pasar, Pedagang Enggan Bayar Ristribusi

Gunungan sampah di pasar gede(lantai tiga) Klaten
Klaten Mattanews.com – Tiga hari bagian kebersihan DPU Klaten tidak bisa membah sampah di TPA (Tempat Pembuangan Akhir), akibatnya sampah menggunung dimana-mana. Sementara para pedagang di pasar mulai enggan membayar uang ristribusi karena dagangan tidak laku. Pembeli malas datang kepasar karena tumpukan sampah ada dimana-mana menimbulkan bau busuk menyengat.

“ Sejak sampah menggunung di depan lapak dagangan saya, pembeli sepi akibatnya dagangan saya tidak laku mas. Biasanya sehari bisa menjual 15 potong ayam, sekarang paling banter hanya laku 4  sampai 6 potong ekor ayam dalam sehari”, ujar mbok Min pedagang ayam potong yang mangkal persis disamping tumpukan sampah.

Kepala pasar Gede (tiga lantai) Klaten Badarudin mengakui sudah beberapa hari para pedagang khsusnya yang berdekatan dengan timbunan sampah tidak mau membayar uang ristribusi. Mereka beralasan sejak sampah menggunung disamping lapak dagangannya jarang pengunjung yang membeli dagangannya. Selain bau para pembeli tak mau ambil resiko kesehatan, karena banyaknya lalat hijau menghinggapi dagangan.

“Sudah dua hari ini mas, para pedagang tidak mau membayar ristribusi karena mengaku dagangannya tidak laku. Pembeli malas datang ke pasara karena kondisi pasar penuh sampah yanag menggunung dan menimbulkan bau busuk menyengat”, ujarnya.

Guna mengantisipasi hal tersebut lanjut Badar untuk sementara pihaknya mengerahkan tenaganya untuk merapikan sampah yanga berserakan untuk dimasukkan pada bak sampah. Hal ini dimaksud agar pengunjung tidak terganggu dan pedagang bisa berjualan seperti semula.”untuk sementara samapah kita rapikan dan kumpulkan agar pedagang dan pembeli nyaman datang kepasar”, tegasnya.(tev)
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...