Kaliworo "Banjir" Bego. Penambangan Liar Marak. Himbauan Gubernur Tidak Berlaku di Klaten.

Bego keruk Emas Hitam dari perut bumi Kemalang Klaten
Klaten Mattanews.com – Puluhan bego liar kembali beroprasi beroprasi di pusat super market emas hitam (tambang pasir) di wilayah Kaliworo, Kecamatan kemalang dan Manisrenggo, Klaten Jawa Tengah. Dari 8 pengusaha galian C ilegal pengeruk pasir  yang ada jumlahnya akan meningkat menjadi tiga kali lipat jika hari menjelang sore dan malam hari. Ratusan Truk dari berbagai kota sibuk mengangkut jutaan kubik pasir untuk dikirim ke berbagai daerah.

Penambangan pasir di daerah Lereng gunung Merapi yakni Kecamatan Kemalang dan Manisrenggo yang masuk wilayah Kabupaten Klaten beberapa tahun lalu sempat dilarang. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dengan tegas melarang aktivitas penambangan pasir dikawasan lereng Merapi dengan menggunakan alat berat Bego. Namun sayang larangan atau himbauan orang nomor satu di Jawa Tersebut ternyata tidak mempan. Buktinya dalam waktu setengah tahun terakhir ini “banjir” bego terjadi di Kaliworo.   

Siapa dibelakang para penamabang pasir legal dan ilegal di Kaliworo?. Yang jelas meraka adalah oknum-oknum kuat yang memiliki jaringan dan modal besar. Jika yang bermain oknum birokrat tentunya mereka yang punya jabatan dan kewenangan termasuk jika yang bermain oknum aparat penegak hukum. Siapapun yang ada dibalik menjamurnya bego di Kaliworo yang jelas mereka lebih kuat dan lebih hebat dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Penambangan emas hitam (pasir) dari perut bumi Kemalang dan Manisrenggo dengan menggunakan alat berat bego, sebenarnya sudah sangat meresahkan warga. Kerena Selain mematikan mata pencaharian mereka, kerusakan eko sistim juga semakin parah. Termasuk sarana jalan hancur karena tidak kuat menahan beban jutaan kubik pasir yang diangkut oleh ribuan truk setiap harinya.(get)
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...