Joko Cipta Ria Wiyono Sosok Pejabat Mbois Klaten. Ora Nggagas Rebutan Kursi.

Kepala Disbudpora Klaten Joko Cipta Ria Wiyono.
Klaten Mattanews.com – Siapa yang tidak kenal tokoh yang satu ini. Nyentri, mbois, rapi,  cuek, selalu perlente namun tetap sederhana dan tegas. Itulah Joko Cipta Ria Wiyono kepala Disbudpora Klaten yang selalu tampil kalem namun lugas di setiap penampilan.

Membidangi masalah kebudayaan dan pariwisata disaat ekonomi seperti ini dimasa transisi pemerintahan, dirinya mengaku cukup prihatin. Namun bagaimanapun dia tetap berusaha memberi yang terbaik bagi Bupati untuk mengangkat citra Klaten melalui budaya dan kekayaan wisata yang ada di Klaten.

“Kita ini Dinas yang cukup besar menggawangi wisata.budaya dan olah raga di Klaten. Namun ketika bicara anggaran yang disediakan, membuat kita ngelus dodo dan prihatin. Tapi apapun itu, ini adalah tanggung jawab dan pengabdian. Maka sekecil apapun pemihakan dari Pemerintah terhadap dunia Wisata, budaya dan olah raga, kami sepakat memberi yang terbaik bagi Bupati dan rakyat klaten”, ujar Joko saat menerima Mattanews diruang kerjanya.

Ketika disinggung rumor banyaknya pejabat yang mulai “Adol Rai” dihadapn Bupati, dengan tegas dirinya “ora Nggagas” tentang jabatan. Jabatan baginya amanah. Kapan saja diminta dirinya siap meneyerahkan. Dan untuk menduduki jabatan tidak harus adol rai atau membuat laporan asal Ibu senang.

“ Saya dengar banyak pejabat yang dulu nyata-nyata tidak mendukung beliau sekarang hampir tiap hari adol rai dimuka beliau. Selalu buat laporan baik dan menjelek-njelekan teman sendiri. Bagi saya itu pengecut. Saya yakin Beliau sosok yang bijaksana dan cerdas sudah tahu siapa anak buahnya yan bekerja dan berdedikasi”, ujarnya.   

Menurut  pemilik group hiburan Cipta Ria ini, yang terpenting saat ini ialah bekerja semaksimal mungkin tanpa embel-embel. Klaten saat ini jauh tertinggal dengan daerah lain, maka sudah bukan jamannya lagi kita bekerja karena pamrih jabatan. Yang terpenting bagaimana Klaten bisa bangkit dan mandiri seperti slogan yang telah dicanangkan yakni Klaten Maju, mandiri dan berdaya saing.

“Pangkat dan jabatan itu manah titipan Allah mas. Kapan saja bisa diminta kembali. Yang penting sekarang kita bekerja memberi yang terbaik bagi rakyat dan melayani pimpinan dengan baik tanpa harus menyakiti yang lain. Sudah bukan jamanya lagi kita adol rai untuk cari jabatan. Pemerintahan ini sudah berubah”, ujar Joko Wiyono, satu-satunya pejabat di Klaten yang mau membopong dan memandikan jasad almarhum mantan Bupati Klaten Hariyanto Wibowo saat itu. (tev)
Share on Google Plus

Salam mattanes

1 komentar:

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...