Diduga Bermuatan Politis, Warga dan Perangkat Mulai Jenuh Ikuti Gerakan Resik-Resik Kali.

Sungai dibersihkan namun kotoran hanya ditumpuk ditepi sungai (Percuma)
Klaten Mattanews.com – Gerakan kali bersih yang dipelopori Kantor BPBD Kabupaten Klaten Jawa Tengah dan beberapaa pejabat teras Pemkab Klaten, tampaknya mulai dikeluhkan para aparat ditingkat bawah dan masyarakat. Mereka mulai jenuh karena gerakan kali bersih terkesan setengah hati dan dilakukan tanpa memperhitungkan waktu. Bahkan banyak pejabat di Klaten yang tidak “tertarik” gerakan bersih-bersih kali karena Bupati tidak mengetahui kegiatan tersebut.

“Kalau ini memang program kerja Pemerintah Kabupaten Klaten, seharusnya Bupati mengetahui dan oprasionalnya terencana dengan baik, tidak setiap hari Sabtu kita disuruh gotong royong disungai, sementara limbah sungai hanya dibuang begitu saja tanpa ada tempat pembuangan yang layak. Disamping itu kalau tiap Sabtu kita harus ikut gerakan lantas kapan waktu kita bisa kumpul dengan keluarga”, ujar salah satu staf di jajaran Pemda Klaten. 

Data dilapangan terungkap, keluhan gerakan kali bersih juga dirasakan para pejabat ditingkat Kecamatan dan desa. Mereka mengeluh karena kegiatan dilakukan hampir setiap hari Sabtu tanpa jeda. Sehingga banyak kegiatan dinas atau acara keluarga di hari tersebut yang tidak bisa diikuti.

”Gerakan ini sebenarnya baik, tapi terkesan dipaksakan dan tanpa skedul kerja yang jelas, sehingga selesai gerakan timbul masalah baru yakni banyak sampah menumpuk di pinggir sungai yang akhirnya kembali masuk kesungai jika turun hujan. Padahal setiap kegiatan kita harus ngopeni ratusan relawan. Lantas uang dari mana, apa kita harus tombok terus”, ujar salah satu Camat.

Gerakan Kali bersih di Klaten memang sebuah kegiatan positif yang pantas didukung sepenuhnya. Namun dari catatan dilapangan terungkap ada kesan gerakan ini kental dengan muatan politis. Sehingga banyak pejabat di Klaten yang tidak datang dalam setiap kegiatan.” Kita akui ini program yang baik dan layak kita dukung. Tapi ini programnya siapa kenapa tidak ada koordinasi. Kita ini bawahan Bupati, selama tidak ada perintah Bupati, tidak salah kalau kita tidak mengikuti kegiatan tersebut”, ujar beberapa pejabat.( tev)
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...