Bupati Klaten Hj Sri Hartini SE, Evaluasi Ulang Keberadaan Toko Modern di Klaten.

Bupati Klaten Hj Sri Hartini SE saat menutup Indomaret di Jalan Pemuda Utara
Klaten Mattanews.com -  Bupati Klaten Hajah Sri Hartini SE akan mengkaji ulang keberadaan toko modern berjejaring di Klaten, khususnya Alfamart dan Indomaret. Untuk itu Bupati memerintahkan pada dinas terkait, dalam hal ini kantor KMPT serta Disperindagkop dan UMKM untuk memeriksa semua persyaratan dan mengkaji ulang keberadaan toko tersebut. Karena jika keberadaanya menyalahi aturan baku, bukan tidak mungkin 29 toko yang saat ini ditutup sementara tidak boleh beroprasi selamanya. Sementara hingga hari ini belum ada satupun pengelola toko yang datang ke kantor KMPT untuk mencari ijin.

“Untuk mendirikan toko modern berjaring ada aturannya sendiri. Dimana Perda nomor II tahun 2012 tentang penataan toko modern menyebutkan untuk mendirikan toko modern berjaring harus berjarak 2,5 km dari pasar tradisional. Lho kok Indomaret atau Alfamart di Klaten bisa berdiri berdampingan dengan pasar tradisional. Ini khan nggak benar”, ujar Bupati saat ditemui dirumah dinas Bupati sebelum  bertolak ke Jakarta.
Koni, Kepala Kantor Penamanan Modal Terpadu
Untuk itu sesuai aturan yang ada dan menjaga kelangusngan pasar tradisional serta para pengusaha kecil di pedesaan, dirinya tetap berpegang teguh pada atauran. Bahkan kini SKPD yang membidangi masalah tersebut telah dipanggil untuk melakukan pendataan ulang pada mereka. Baik masalah letak, perijinan serta persyaratan lain. Jika memang menyalahi aturan tetap akan ditutup selamanya.

“Lho kalau letak tokonya saja sudah menyalahi aturan mosok mau dibiarkan to mas. Makanya saya perintahkan kepala Dinas saya untuk hati-hati, teliti, cermat dan normatif sesuai aturan dalam mengkaji ulang masalah ini. Jika memang menyalahi aturan ya nggak usah dikasih ijin, kasihan pelaku ekonomi lemah di pedesaan. Tapi kalau memang sesuai aturan silahkan ajukan ijin, Pemda tidak akan mempersulit”, tegas Bupati.   

Sementara itu Kepala Dinas Penanaman Modal Terpadu Klaten Koni menjelaskan sejak ditutup oleh Bupati para pengelola toko tersebut belum ada yang datang untuk mengajukan perijinan. Dirinya tidak tahu mengapa mereka tida ada yang mengajukan. Namun jika melihat dari data dilapangan  mereka enggan datang mengurus karena posisi dan letak tokonya memang berdekatan dengan pasar tradisional atau faktor lain.
Kepala Disperindagkop dan UMKM Klaten Sartiyasto
“Hingga saat ini belum ada satupun pengelola Indomaret atau Alfamart yang datang untuk mengurus perijinan tokonya. Hanya ada dua pengelola yang datang untuk mengurus, itupun toko yang legal dan saat ini ijinnya habis dan harus diperbarui, yakni toko di wilayah Tlogo Prambanan dan Sumopuro Jogonalan.

Kepala Disperindagkop dan UMKM Sartiyasto didampingi Kabid Perdagangan Bambang Budi menegaskan Disperindagkop selaku SKPD yang membidangi masalah pasar akan tetap konsisten mengamankan semua kebijakan Bupati.”Sebagai tangan panjang Bupati kita siap mengamankan kebijakan beliau”, tegasnya.(tev)
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...