Bupati Klaten Hj Sri Hartini SE Turun Sendiri. Langsung Tutup Indomaret Dengan Segel.

Bupati Klaten Hj Sri Hartini SE memasang segel pada toko Indomaret di jalan Pemuda Utara
Klaten Mattanews.com – Keseriusan Bupati Klaten Hajah Sri Hartini dalam menegakkan peraturan daerah tampaknya tidak main-main. Rabu (13/4) sekitar pukul 10.15 menit Bupati turun langsung mendatangi tiga toko modern berjaring. Toko swalayan Indomaret yang terletak di sangkal Putung Klaten utara samping Monumen juang 45 yang nekad buka langsung ditutup dan ditempeli stiker. Sementara tiga toko lainnya juga ditempeli stiker penutupan.

Dalam oprasi penertiban tersebut Bupati yang didampingi Kasat Polisi Pamong Praja Drs Slamet Widodo dan Sekda Joko Sawaldi tampak tak canggung ketika harus menempeli stiker penyegelan warna kuning. Sementara untuk berjaga-jaga ikut dalam rombongan puluhan anggota Satpol PP, Polisi dan TNI.
Toko yang pertama kali disidak Bupati Sri Hartini SE toko Indo Maret yang berada di jalan pemuda Utara.
Indomaret Sangkal putung yang nekad buka langsung ditutup Bupati Hj Sri Hartini SE
Disini Bupati mendapatkan toko yang sudah ditutup oleh pengelolanya. Namun saat Bupati datang pengelola datang dan mengakui jika toko yang dikelolanya belum punya ijin. Sementara Bupati sendiri meminta agar para pemilik toko segera melengkapi semua persyaratan pendirian toko atau usaha jika ingin terus melanjutkan usahanya.

Usai menyegel Indomaret dijalan pemuda Bupati langsung menuju Indomaret yang berda di Desa Mayungan Ngawen. Disini kembali Bupati hanya mendapatkan toko yang sudah ditutup pemiliknya. Akhirnya Bupati kembali menempelkan kertas segel warna kuning tanada toko tersebut tidak boleh beroprasi. Bupati akhirnya mendapatkan toko berjaring yang nekad masih buka di Sangkal Putung Bareng, Klaten Utara. Setelah memberi pengarahan pada karyawan dan pengelola Bupati menutup langsung toko tersebut.
Bupati Klaten hajah Sri Hartini SE saat menijau Indomaret di Sangkal Putung
Menurut Bupati penyegelan atau penutupan tersebut sifatnya sementara namun bisa selamanya jika memang pihak too tidak punya niat mengurus semua perijinan yang sudah menjadi ketentuannya. Maka sebelum semua persyaratan dilengkapi saya perintahkan pada Kasat satpol PP untuk tetap menyegel toko tersebut dan mengawasi jika ada yang nekad beroprasi.

Ketika disinggung apakah tidak takut jika ada beking dibalik beroprasiya toko berjaring tersebut, dengan tegas Bupati mengatakan tidak takut pada beking siapaun orangnya. “Selama menyalahi aturan tetap kita sikat. Saya tidak takut dan dak peduli beking. Saya  hanya  takut pada Tuhan dan berpegang pada peraturan”, tegasnya.(tev)
Share on Google Plus

Salam mattanes

1 komentar:

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...