Bupati Klaten Hj Sri Hartini Pantau Pelaksanaan UNBK, Ada Sekolah Tak sediakan Genset.

Bupati saat tinjau pelaksanaan UNBK di  SMN I Klaten
KLATEN Mattanews.com – Bupati Klaten Hajah Sri Hartini melakukan pemantauan langsung pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer di beberapa SMU/SMK Klaten. Didampingi Kepala Dinas Pendidikan Klaten pantoro Bupati melakukan pemantauan di SMA Negeri I Klaten, SMK Negeri I Klaten, MAN Sangkal Putung, dan SMA Negeri 3 Klaten.

Dalam kunjungan tersebut menemukan beberapa kekurangan dalam penyelenggaraan UNBK, seperti tidak adanya cadangan mesin genset di SMK Negeri I Klaten. Sedang di MAN Sangkal Putung Klaten Bupati menemukan siswa tuna rungu yang mengikuti ujian tanpa memakai huruf braille. Dengan temuan ini Bupati meminta agar pihak sekolah segera melakukan koordinasi dan perbaikan agar proses pelaksanaan UNBK di Klaten tidak ada masalah.
Bupati sejenak mendampingi A.Majid siswa tuna netra di MAN Klaten
“Walau kita sudah koordinasi dengan pihak PLN agar tidak terjadi gangguan listrik (oglangan) namun sekolah harus tetap menyediakan mesin genset siap pakai. Hal ini guna mengantisipasi jika sewaktu-waktu ada kerusakan jaringan listrik, sehingga proses ujian tetap jalan terus tidak terhenti”, demikian tegas Bupati usai melakukan sidak di SMK Negeri I Klaten.

Menurut Bupati kejadian ini tidak boleh terulang lagi pada ujian tahun depan. Dan untuk saat ini dirinya telah meminta pada Kepala Sekolah agar secepatnya menyediakan genset, agar proses ujian bisa berjalan lancar tanpa kendala.

Sementara itu di MAN Sangkal Putung Bupati berkesempatan menunggui Abdul majid siswa tuna netra jurusan IPS yang tengah mengikuti ujian. Siswa asal Pati Jawa Tengah ini tampak sedang mendengarkan panduan dari salah satu guru pembimbing dalam mengerjakan soal. Hal ini karena siswa tersebut tidak memakai huruf dan tulisan braile.
Siswa SMK Negeri I Klaten siap menempuh UNBK
“ Hal ini juga perlu mendapatkan perhatian dari piak sekolah dan Dinas Pendidikan, mengapa siswa tuna netra yang mengikuti ujian sampai tidak memakai huruf braile. Kedepan saya minta agar Kepala Dinas Pendidikan dan sekolah untuk lebih teliti dan cermat, sehingga kejadian seperti diatas tidak terulang lagi di UNBK tahun depan”, tegas Bupati.

Terkait pelaksanaan UNBK sendiri, Bupati mengaku salut dan puas, karena setiap sekolah mampu melaksanakan UNBK sesuai aturan dan prasarana yang memadai. Dirinya juga ikut mendoakan semoga dalam proses UNBK tahun ini keberhasilan akan diraih oleh putra –putri Klaten bisa lulus 100 persen.” Saya doakan semoga semua bisa lulus seratus persen dan nilai yang tinggi”, ujarnya.(tev/red)
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...