Awas !!! Pemerasan Jaul Beli Jabatan Berkedok Ring 1 Bupati.

Andi Purnama SH Ketua Komisi IV DPRD Klaten
Klaten Mattanews.com – Belum genap dua bulan Bupati terpilih Hj Sri Hartini SE menjabat sebagai Bupati Klaten, issu tak sedap sudah mulai mengusik kepemimpinannya. Akhir-akhir ini muncul berita dan issu adanya proyek jual beli jabatan yang dilakukan oleh oknum-oknum yang mengaku oang dekat Bupati atau Ring 1 Bupati. Mereka secara fulgar mendatangi para pejabat minta sejumlah uang dengan dalih bisa menyelamatkan kedudukannya atau mencarikan posisi jika ada  mutasi pejabat nanti.

Mereka datang bagai dewa penyelamat. Namun ujung ujungnya mereka minta sejumlah uang atau bagian proyek. Beberapa kepala SKPD mengakui pernah didatangi oknum tersebut termasuk para UPTD pendidikan yang “digorok” dengan tarif mulai dari Rp 10 juta hingga Rp 25 juta.
Beberapa Kepala UPTD di wilayah kecamatan karangnongko, Kemalang, Manisrenggo Prambanan dan 

Gantiwarno juga tak luput dari aksi tipu-tipu oknum tersebut. Mengaku sebagai orang dekat Bupati oknum yang mengaku wartawan ini meminta sejumlah uang pada kepala UPTD dengan janji jabatannya bisa selamat.

Sekretaris Dinas Pendidikan Klaten Sudirno mengakui jika ada beberapa UPTD yang telah melapor pada dirinya karena didatangi oknum yang mengaku Ring 1 Bupati dan meminta sejumlah uang. Kepada para UPTD dirinya meminta agar hal tersebut diabaikan dan jika perlu laporkan pada pihak yang berwajib. Karena Bupati Klaten tidak pernah melakukan cara-cara seperti itu.

“ Mereka para kepala UPTD sudah lapor saya, dan saya peri ntahkan untuk menolak dan mengabaikan. Jika pelaku nekad memaksa laporkan saja pada pihak yang berwajib. Bupati Klaten tidak pernah menggunakan cara seperti itu dalam mengatur biokrasi”, tegasnya.

Sementara itu beberapa kepala SKPD juga mengakui pernah didatangi oleh oknum dengan maksud dan tujuan sama seperti diatas. Mereka juga menjanjikan sejumlah jabatan dan iming-iming bisa menyelamatkan posisi yang didudukinya saat ini.”Nggak perlu saya sebutkan nama oknumnya, yang jelas kedatangan mereka tidak saya gubris, karena saya tahu persis Bupati tidak mungkin melakukan hal seremeh itu”, tegas salah satu Kepala SKPD.

Bupati Klaten Hajah Sri Hartini SE dengan tegas meminta agar pejabat atau warga melapor pada pihak yang berwajib jika ada orang yang menggunakan namanya untuk perbuatan seperti itu. Dirinya tidak pernah memerintahkaan kepada siapapun untuk melakukan hal tersebut. Menurutnya masalah mutasi pejabat adalah masalah penataan birokrasi demi suksesnya jalannya pemerintahan.Sehingga tidak asal asalan.

“Menata birokrasi bukan seperti meletakan barang begitu saya. Profesionalisme, kepangkatan, loyalitas, dedikasi dan moralitas menjadi landasan utama. Dan kita lakukan normatif sesuai aturan yang ada. Maka jika sekarang ada oknum mengaku bisa mencarikan posisi jabatan, jelas itu bohong dan tidak benar, karena saya sendiri sebagai Bupati belum berpikir kearah itu”, tegasnya.

Penegasan Bupati tersebut dikuatkan Andi Purnomo SH anggota DPRD Klaten yang juga putra Bupati. Menurutnya Bupati tidak pernah menyuruh atau memerintahkan pada siapapun untuk melakukan hal seperti itu. ” Laporkan saja pada Polisi jika mereka sudah mengarah pada perbuatan memeras atau menipu, Bupati tidak pernah menggunakan cara seperti itu dalam menata birokrasi di pemerintahan”, tegasnya.(tev)
    
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...