Warga Trucuk Gunakan Kaca Mata Las Untuk Lihat Gerhana Serta Tabuh Kentongan.

Dua kakak beradik warga Trucuk asyik melihat gerhana
KLATEN MATTANEWS.COM
- Berbekal alat sederhana, sebagian warga klaten antusias mengikuti proses terjadinya gerhana matahari Rabu (9/3). Fenomena alam langka ini menarik perhatian lapisan masyarakat mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Sebagian besar menggunakan mika film bekas rongten, masyarakat ingin menyaksikan secara langsung proses gerhana matahari tersebut.

Film bekas rongten di gunakan  sebagai alat bantu untuk menyaksikan gerhana matahari, penggunaan bahan tersebut  di dasari tidak adanya penjual alat khusus  untuk menyaksikan fenomena alam tersebut, seandainya ada, harganya mahal.

“saya hanya ikut-ikutan menggunakan ini (Film bekas ronten), kebetulan di rumah ada bekas rongten bapak” ujar Didik (19) warga Ngaran Mlese, Ceper, Klaten. Selain itu lanjut Didik, penggunaan film bekas rongten tersebut berdasarkan informasi dari TV yang menganjurkan untuk menggunakan alat bantu saat melihat gerhana matahari. “katanya tidak boleh melihat secara langsung tapi harus dengan alat” imbuhnya.
Warga Jatinom sholat gerhana bersama
Dengan munculnya siklus alam yang langka ini, menjadikan film bekas rongten banyak di buru oleh masyarakat yang ingin menyaksikan gerhana matahari. Klaten sendiri tidak dilalui gerhana matahari total namun antusias masyarakat untuk menyaksikan kejadian langka tersebut cukup besar.

Sementara di Desa Kemiri Kecamatan Tulung Klaten warga melihat gerhana matahari dengan menggunakan teropong yang terbuat dari Pralon dan kacamata Las. Kacamata las yang hanya satu mereka gunakan secara bergantian. Sementara ibu-ibu dan para orang tua beramai ramai menabuh kentongan dan panci yang konon bisa mengusir “Buto Rahwono yang sedang mencaplok” matahari.

“Ini tradisi di desa Kemiri yang sudah berjalan beratus - ratus tahun peninggalan para leluhur. Kita hanya nguru-uri budayanya mas tidak ada muatan mistis didalamnya”, ujar Mulyono salah satu warga setempat.

Wartawan MATTANEWS di Jatinom Rista melaporkan warga Jatinom menyambut gerhana matahari total dengan melakukan sholat di masjid-masjid. Untuk di pusat kota kecamatan sholat dilakukan di masjis Al’Munawaroh. “ Warga menyambut gerhana matahari total dengan sholat, ini sebagai ungkapan rasa syukur dan ketaqwaan terhadap Sang Maha Pencipta atas segala kebesarannya”, ujar salah satu warga. (riq/lal/rista)
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...